loading...
Home » » Warga Serahkan Bayi Orangutan Ke BKSDA Kaltim

Warga Serahkan Bayi Orangutan Ke BKSDA Kaltim

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-09

Bayi orangutan yang sempat dirawat warga dan diserahkan ke BKSDA-Kaltim
Kutai Timur/Kaltim (WartaMerdeka) – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE-KLHK) melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur/BKSDA Kaltim menerima penyerahan 1 individu bayi orangutan berjenis kelamin jantan dari warga Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Bayi tersebut akan direhabilitasi untuk kemudian dilepasliarkan kehabitatnya setelah kondisinya memungkinkan. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga Desa Miau Baru yang telah menyelamatkan bayi orangutan tersebut untuk kemudian dengan sukarela dan kesadarannya menyerahkan kepada kami. Harapan kami, bayi orangutan ini dapat tumbuh dan menjalani proses rehabilitasinya dengan baik, sebelum akhirnya akan kami lepasliarkan kembali ke habitatnya di hutan yang lebih aman," ujar Sunandar, Kepala BKSDA Kaltim, di Samarinda (8/6).

Edwin, Polisi Kehutanan SKW I Berau, sebagai ketua tim penyelamatan, memberi informasi bayi orangutan yang diberi nama Loli tersebut telah diselamatkan dan dipelihara selama 4 bulan oleh warga desa Miau Baru. Bayi orangutan ditemukan di kebun masyarakat sekitar desa dalam kondisi terpisah dari induknya.

Selama dalam pemeliharaan warga, bayi orangutan diletakkan pada kandang kayu yang terletak di belakang rumah. "Secara umum, kondisinya tampak cukup sehat, tetapi masih memerlukan observasi lebih lanjut dari tim medis satwa”, ujar Edwin

Penyerahan ini terjadi atas laporan warga pada 2 Juni 2020 melalui call center BKSDA Kaltim (08211-333-8181). Bayi orangutan tersebut jenis Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus morio), merupakan jenis satwa liar yang dilindungi di Indonesia (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia