loading...
Home » » Kogabwilhan II Wisuda 73 Pasien Santri Ponpes Gontor Setelah Sembuh Covid-19

Kogabwilhan II Wisuda 73 Pasien Santri Ponpes Gontor Setelah Sembuh Covid-19

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-29

Para santri putra dan putri sangat gembira setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19
Surabaya (WartaMerdeka) – Rumah Sakit Lapangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Rumkitlap-Kogabwilhan) II di Jalan Indrapura, Surabaya, melakukan wisuda sebanyak 73 pasien santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Gontor Ponorogo dan Ngawi, setelah berhasil dirawat dengan hasil Swab Test terakhir dinyatakan negatif atau sembuh (28/7).

Acara yang di gelar di halaman Rumkitlap Kogabwilhan II tersebut bertujuan, mereka telah lulus atau sembuh dari sebelumnya dinyatakan pasien positif Covid-19 setelah menjalani perawatan selama 8 hari.
Salah satu pengurus Ponpes Gontor, Dr. H.M. Adib Fuadi Nuriz, M.A., M.Phil. menyebut, "mereka senang dirawat disini, kami sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangkogabwilhan II, Bapak Pangdam V, ibu Gubernur serta semua pihak terkait. Karena ini hasil koordinasi yang baik maka santri-santri kami bisa ditempatkan dan di rawat di Rumkitlap Kogabwilhan II Indrapura tanpa dipungut biaya."  
Sedangkan total dari jumlah pasien santri Ponpes Gontor yang dirawat sebanyak 73 orang dan sudah dinyatakan sembuh semua setelah dilaksanakan Swab Test terakhir dengan hasilnya negatif.
Dukutip dari keterangan Wakil Rumkitlap Kogabwilhan II Kolonel CKM, dr. Krisna Murti, Sp. BS., "pasien per sore ini yang sembuh sebanyak 864 orang. Pasien dirawat saat ini 155 orang (masih bisa berkurang karena sebagian dalam proses pemulangan). Sedangkan tingkat kesembuhan persore ini 84 persen.”
Selanjutnya, Rumkitlap Kogabwilhan II untuk mempercepat tingkat kesembuhan para pasien melaksanakan beberapa program diantaranya, penggabungan metode medis dan psikis melalui konseling, olahraga bersama setiap hari, fitness dan gym, giat keagamaan, hiburan berupa menonton TV digital dan karaoke.
Selanjutnya pasien tidak dikurung terus menerus dalam ruangan, namun tetap diberi kesempatan bergerak di area terbuka, juga aktivitas lain secara mandiri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. "Penggabungan metode medis dan psikis ini yg kami yakini menyembuhkan pasien secara cepat," ungkap Kolonel Krisna Murti (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia