loading...
Home » » Lebih Seribu Peserta Ikuti Lomba Menulis Kreatif

Lebih Seribu Peserta Ikuti Lomba Menulis Kreatif

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-13

Pengalaman saat masa pandemi sangat menarik dituangkan dalam sebuah tulisan
Jakarta (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwista dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pelaku ekonomi kreatif/Parekraf untuk asah kemampuan menulis di era normal baru. Mohammad Amin, Plt. Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukkan dan Penerbitan Kemenparekraf, saat Diskusi Virtual bertema “Bincang Kreatif; Menulis Fiksi dan Esai Dari Rumah” (‪10/7), pihaknya akan menggelar kegiatan Menulis Kreatif dari Rumah yang diselenggarakan atas dasar arahan dari Presiden Jokowi.
“Demi menanggulangi dampak dari Covid-19. Presiden Jokowi mengeluarkan langkah-langkah mitigasi yang harus diperhatikan yaitu perlindungan sosial, padat karya, dan pemberian stimulus bagi para pelaku usaha parekraf. Ketiga hal ini dilakukan agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta para pekerjanya dapat bertahan di tengah kondisi pandemi,” kata Mohammad Amin.
Menulis dari rumah merupakan kegiatan yang sudah diselenggarakan oleh Direktorat MSPP yang berkolaborasi dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak 17 Mei 2020. Tujuannya, memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia khususnya para pelaku kreatif untuk mengirimkan karya tulis dalam bentuk esai dan cerita pendek (cerpen).
Peserta menulis kreatif dari rumah berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Terdapat 1.076 karya yang telah dikirim. “Benar-benar di luar ekpektasi. Kami berfikir bahwa yang mengirimkan karya menulisnya kisaran 500 peserta, karena waktu untuk menulis hanya kami berikan selama 2 minggu. Tetapi karya yang masuk mencapai 1.076. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari para pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Mohammad Amin.
Diskusi Virtual ini meghadirkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Akademisi dan Kritikus Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universits Indonesia (FIB UI) Prof. Melani Budianta, dan Penulis Agus Noor. Menurut Prof Melani, esai dan cerpen adalah dua hal yang berbeda. “Esai merupakan sebuah paparan mengenai gagasan atau observasi yang ditulis dalam penalaran yang komunikatif berdasarkan data serta rekonstruksi pengetahuan yang dimiliki oleh penulis,” terangnya.
Sedangkan cerpen merupakan karya imajinasi yang dikelola menjadi suatu produk komunikatif yang indah. “Walaupun bisa saja cerpen mengelola observasi yang ada di sekitarnya menjadi karya yang imajinatif dan mengandung unsur-unsur yang berbeda dari sebuah esai. Unsur dari cerpen sendiri terdapat tokoh, alur cerita, dialog, serta cara menyampaikan sudut pandang. Unsur inilah yang membedakan cerpen dengan esai,” tambah Melani.
Penulis Agus Noor, menambahkan sesungguhnya kekuatan utama esai terletak pada personalisasi gagasan dan pemikiran. Esai memiliki kekuatan untuk mempesona, mempersuasi atau mengajak para pembaca dengan gagasan serta gaya penulisannya. “Sehingga kita benar-benar mendengar renungan intim atau gagasan personal dari penulis,” papar Agus.
Kegiatan Menulis Kreatif dari Rumah ini merupakan momentum yang tepat. “Karena kita bisa membayangkan apa yang sedang dialami oleh masyarakat Indonesia di masa pandemi ini. Bagaimana perasaannya, kemarahannya, kesunyiannya, dan segala problematika kemanusiaannya. Hal ini dapat terlihat dari karya tulisnya. Sehingga bisa menjadi refleksi historis dan sosiologis seseorang,” ungkap Agus (ma/ag).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia