loading...
Home » » Pantau Pencegahan Karhutla, Menteri LHK Kunjungi Riau

Pantau Pencegahan Karhutla, Menteri LHK Kunjungi Riau

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-19

Menteri LHK ke Riau dialog khusus dengan Gubernur, Kapolda dan instansi terkait atasi Karhutla 
Riau (WartaMerdeka) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK, Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Provinsi Riau secara khusus bertemu dengan Gubernur Riau, Syamsuar dan Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi, dalam rangka pemantapan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) secara permanen (18/7).

Pasca karhutla 2015, berbagai langkah koreksi (corrective action) telah dilakukan. Selain berbentuk berbagai kebijakan krusial, peningkatan operasional kerja tim satgas karhutla, juga telah dilakukan peringatan dini. "Selanjutnya tadi kami membahas peningkatan partisipasi Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui pendekatan masyarakat berkesadaran hukum (Paralegal). Ini merupakan tahapan penting dari jalan panjang memantapkan upaya pencegahan Karhutla secara permanen, sesuai arahan Bapak Presiden," ucap Siti.
Dari Karhutla 2015, memberi banyak pembelajaran bagi pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, untuk melakukan berbagai langkah koreksi mencegah karhutla hingga ke tingkat tapak. Di tingkat operasional lapangan, juga semakin dikuatkan sinergi antar anggota satgas yang melibatkan Manggala Agni, Pemerintah Daerah, Polri, TNI, BNPB, MPA, Swasta, dan kelompok masyarakat lainnya.
Provinsi Riau disebut Siti, sudah memiliki sistem dashboard pemantau karhutla yang baik, sehingga mampu berjalan bersama Manggala Agni, BPBD dan instansi terkait lainnya untuk melakukan sistem pengendalian Karhutla dalam kerja Satgas Karhutla Riau. "Dari perjalanan panjang karhutla 10-13 tahun, Riau punya kekhususan. Istilah saya ada fase kritis pertama sejak Maret- Mei. Maka fase kedua kita harus hati-hati mulai akhir Juni hingga akhir Oktober. Semua ini bisa dideteksi," urai Siti.
Karena itu, pencegahan karhutla di Riau sudah dilakukan KLHK bersama BPPT dan para mitra sejak  13 hingga 30 Mei dengan teknik modifikasi cuaca/TMC, untuk rekayasa jumlah hari hujan guna membasahi gambut, mengisi embung dan kanal. Lalu, dalam waktu dekat dilakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) oleh BNPB dan BPPT sebagai antisipasi fase kritis II karhutla yang diprediksi BMKG puncaknya terjadi Agustus nanti.
Siti menggarisbawahi, pengendalian karhutla juga tak terlepas dari tata kelola gambut dan pertanian dengan sistem kearifan lokal. "Saya tadi juga minta pendalaman Kapolda, bagaimana kondisi Babinsa, Babinkamtibmas, bagaimana konflik yang terjadi di lapangan, seperti apa penyelesaian di tingkat lapangan, ini semua tadi kita bahas," terang Siti.
Provinsi Riau jadi mendapat perhatian khusus dari Presiden. Bahkan kunjungan kerja pertama dilakukan saat datang ke Meranti, pada 2014. Ketika terjadi karhutla di 2015, berbagai persoalan di Riau memberikan contoh pembelajaran sangat penting bagi penyelesaian masalah karhutla di Indonesia (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia