loading...
Home » » Perangi Hawa Tikus, Kementan Bantu Turunkan Tim Khusus Di Musi Banyuasin

Perangi Hawa Tikus, Kementan Bantu Turunkan Tim Khusus Di Musi Banyuasin

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-14

Kementan selalu pantau dan kawal produksi pangan agar tak terganggu dengan OPT
Musi Banyuasin (WartaMerdeka) – Kementerian Pertanian (Kementan) merespon cepat terhadap serangan hama tikus yang menyebabkan ribuan hektar gagal panen di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan/Sumsel. Kementan bersama Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumsel menurunkan tim pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk melakukan gerakan pengendalian hama tikus. 
Dari pengamatan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serangan tikus terjadi di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Menurut Kepala BPTPH Provinsi Sumsel Selatan Tuti Murti, serangan hama tikus pada pertanaman padi di Kecamatan Lalan seluas 354 hektar. Serangan tikus tersebut sudah dilakukan pengendalian oleh petani bersama petugas POPT sejak awal Juni lalu.
“Tindakan pengendalian sudah kami lakukan beberapa kali, dan saat ini beberapa lokasi pertanaman padi yang terserang hama tikus sudah mulai panen,” ujar Tuti di Palembang (13/7). Serangan hama tikus pada pertanaman padi tersebar di 12 desa yaitu Karangsari, Karang Agung, Galih Sari, Madya Mulya, Prumpung Raya, Karang Rejo, Karang Makmur, Karang Mukti, Suka Jadi, Sri Gading, Purwa Agung, Karang Tirta. Serangan hama tikus di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tidak sampai ribuan hektar.
“Dengan fakta ini, kami heran dengan adanya berita bahwa bahwa telah terjadi serangan hama tikus yang menyebabkan ribuan hektar gagal panen di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Serangan hama tikus di Kecamatan Lalan ini terjadi pada pertanaman padi IP (Indeks Pertanaman,- red) 200,” terang Tuti.
Menurut Tuti, kondisi pertanaman padi yang diserang hama tikus di akhir Mei kemarin sudah terpantau petugas POPT setempat dan dilakukan gerakan pengendalian bersama petani. Untuk mengatasi serangan hama tikus. “Beberapa kali kegiatan pengendalian telah dilakukan dan sampai saat ini gropyokan dan pengemposan tikus masih terus dilakukan. Untuk mendukung kegiatan gerakan pengendalian tikus ini pemerintah siap membantu menyediakan sarana pengendalian berupa rodentisida dan alat pengempos,” ujarnya.
Sementara Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi meminta petugas POPT dan pendamping lapangan lainnya seperti penyuluh pertanian, dan mantri tani supaya bersama-sama terus mendampingi dan mengawal petani dalam mengamankan produksi padinya sampai panen. Pasalnya, ini juga jadi perhatian Mentan Syahrul Yasin Limpo, agar produksi pangan khususnya padi harus selalu terjamin walau dihadapkan kondisi apapun dan Kementan selalu siap membantu petani. “Untuk kebutuhan sarana pengendalian Kementerian Pertanian siap membantu menyediakannya. Misalnya obat-obatan dan berbagai jenis bantuan lainya,” jelas Suwandi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia