loading...
Home » » Ratusan Bagian Satwa Dilindungi Disita KLHK

Ratusan Bagian Satwa Dilindungi Disita KLHK

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-23

Sebagaian barang bukti bagian satwa dilindungi diamankan Tim Gakkum KLHK
Bandung (WartaMerdeka) – Tim Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Gakkum KLHK beserta tim berhasil mengamankan ratusan bagian-bagian satwa liar yang dilindungi undang-undang pada, Senin lalu (20/7). Barang bukti tersebut diamankan dari BVT (61 tahun) di Homestay Kamar No 6, Jln. Sangkuriang 11, Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Tim yang melakukan pengamanan terdiri dari penyidik dan SPORC Brigade Elang Seksi Wilayah I Jakarta, Balai Gakkum KLHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) didukung Direktorat Konservasi  Keanekaragaman Hayati, Balai Besar KSDA Jawa Barat, dan Reskrim Polda Jawa Barat.

Seksi Wilayah I Jakarta, Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra segera melakukan penangkapan setelah dapat informasi dari media sosial tentang adanya perdagangan bagian-bagian dari satwa liar dilindungi berupa kulit harimau yang disampaikan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono menyebut, upaya penegakan hukum memerangi kejahatan ini tak terlepas dari peran serta masyarakat. Karena, sambung Sustyo, ini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, terutama dengan semakin tingginya ancaman dan beragamnya modus kejahatan.

“Tentu kita akan meningkatkan pemantauan baik secara langsung maupun melalui siber patrol guna menjerat para pelaku perdagangan secara daring,” jelas Sustyo.

Sampai saat ini PPNS Seksi Wilayah I Jakarta, Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra masih memeriksa tersangka, BVT dan saksi-saksi yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. Tidak menutup kemungkinan tim mengembangkan kasus untuk mengungkap sindikat perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi di wilayah Jawa barat dan sekitarnya.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra, Muhammad Nur, memuji kerjasama Gakkum KLHK, Direktorat Konservasi Keanakaragaman Hayati Ditjen KSDAE, Balai Besar KSDA Jawa Barat dan POLDA Jawa Barat serta masyarakat yang berhasil mengungkap adanya kejahatan yang mengancam kelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar.

Bagian-bagian satwa dilindungi yang berhasil diamankan terdiri dari:
1. 1 opsetan harimau;
2. 1 tanduk anoa beserta tengkorak kepala;
3. 2 opsetan penyu sisik;
4. 1 opsetan buaya muara;
5. 6 kerang triton;
6. 5 kerang kepala kambing;
7. 2 kerang nautilus
8. 27 lembar potongan kulit harimau dengan ukuran variatif;
9. 2 lembar kulit muncak berukuran 12 cm x 16 cm dan ukuran 13 cm x 14 cm;
10. 1 tanduk rusa;
11. 10 batang tangkur penyu;
12. 18 batang berbentuk pipa bermotif (masih diidentifikasi oleh ahli);
13. 3 batang tangkur buaya;
14. 2 rahang dan gigi hiu;
15. 49 helai bulu burung merak;
16. 2 kuku beruang;
17. 8 gigi kucing hutan;
18. 2 tulang rahang bermotif (masih diidentifikasi oleh ahli);
19. 20 tangkur ular.

Kegiatan memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia, melanggar Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak sebanyak Rp 100 juta (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia