loading...
Home » » Video Storytelling Efektif Promosikan Destinasi Wisata Indonesia

Video Storytelling Efektif Promosikan Destinasi Wisata Indonesia

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-07-10

Hampir 90 persen memori manusia direkam lewat visual, sehingga pentingnya video storytelling dalam berwisata
Jakarta (WartaMerdeka) – Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, saat Webinar Wisata Heritage bertema "Mengangkat Nilai-Nilai Produk Wisata Warisan Budaya Dunia melalui Video Storytelling” (‪8/7), menyebut, sangat penting bagi pelaku pariwisata mengangkat daya tarik destinasi wisata yang ada di setiap daerah. Salah satunya dengan penceritaan visual melalui Video Storytelling.

Lewat Webinar ini, jadi salah satu upaya dari program Kemenparekraf untuk mendiversifikasikan produk pariwisata. Fokus utamanya, mempromosikan destinasi pariwisata dan produknya. Karena pariwisata merupakan sebuah pengalaman yang memiliki nilai atau cerita yang terkandung di balik destinasi wisata yang ada, seperti Subak di Bali.
“Orang bilang, subak merupakan sawah berundak. Tetapi ternyata sawah berundak di Bali memiliki satu nilai yang berbeda. Nilai-nilai destinasi wisata ini yang harus kita perkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Agar ada rasa bangga, betapa hebatnya nenek moyang kita dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia,” urai Rizki.
Dalam diskusi ini, ada dua narasumber, diantaranya Ketua Indonesia Heritage Trust/ Badan Pelestarian Pusaka Indonesia Catrini Pratihari Kubontubuh, menyampaikan materi yang bertajuk “Sejarah Lanskap Sistem Subak dan Produk Wisata di Sekitar Jatiluwih” dan kedua mengenai Video Storyteling oleh Content Writer Astrid Savitri.
Menurut Catrini, Subak tak sekadar sawah berundak atau irigasi. Namun, merupakan organisasi petani pengelola irigasi bersifat sosio kultural dalam suatu kawasan sawah tertentu, memiliki sumber air, memiliki pura subak, dan bersifat otonom serta dikenal sejak lama. “Setiap orang Bali yang bercerita mengenai Subak tentu menggambarkan gunung, sawah, pura tempat sembahyang, dan ada kegiatan manusia. Sebenernya ini adalah inti sari dari Subak,” papar Catrini.
“Saat ini, jumlah Subak di seluruh wilayah Bali adalah 1.599 Subak, dengan luas sawah 76.000 hektare,” tambah Catrini. Pada 29 Juni 2012 UNESCO menetapkan Subak sebagai salah satu dari World Heritage. Unikny, Subak ini tidak ditetapkan sebagai World Heritage bagian dari Nature atau Culture, tetapi bentuk manifestasi dari filosofi Tri Hita Karana, sebagai simbol harmonisasi kehidupan masyarakat Bal, menekankan kepada tiga aspek penting: Parahyangan, hubungan manusia dengan sang pencipta, Pawongan manusia dengan sesama, dan Palemahan dengan lingkungan.
Sementara Astrid Savitri menjelaskan, cerita visual adalah sebuah kisah yang digambarkan melalui media visual, seperti foto, video, simbol, warna, ataupun ilustrasi. Penceritaan visual sangat penting bagi manusia. “Karena 90% otak manusia menerima informasi dalam bentuk visual," terang Astrid. Melalui informasi visual, seseorang akan lebih mudah dan lebih cepat untuk memahami sebuah informasi serta membuat informasi lebih menarik.
“Dengan Video Storytelling kita dapat memperkenalkan destinasi dan produk wisata dengan menceritakan nilai yang terkandung di dalamnya. Membuat kisah yang dapat menyentuh hati, menyulut hubungan emosional, dan menghadirkan solusi bagi wisatawan yang menyaksikan video tersebut,”ungkap Astrid.
Peserta Webinar juga diajak mengikuti sayembara storyelling, agar mengupload satu postingan berisi dua foto mengisahkan Lanskap Budaya Sistem Subak di Jatiluwuh dan sekitarnya serta mengenai daya tarik wisata sejarah, warisan budaya dan religi dari daerah asal masing-masing. Lalu, peserta diminta memberi caption foto yang mengandung elemen storytelling, mencantumkan hashtag #WebinarSubakBali #ShareOurHeritage #NoHeritageNoFuture, dan tag akun instagram @kemenparekraf.ri (ag/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia