loading...
Home » » Bali Fokus Lestarikan Lingkungan Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Bali Fokus Lestarikan Lingkungan Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-13

Pesan dari Bali untuk mengajak semua pihak untuk mengedepankan pariwisata berkelanjutan di Tanah Air
Bali (WartaMerdeka) – Pulau Bali sebagai destinasi wisata favorit menyatakan akan fokus pada kelestarian lingkungan sebagai langkah mewujudkan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu aspek terpenting bagi pengembangan pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru (AKB),  dan menjadi investasi serta solusi dalam upaya merevitalisasi bumi.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/ Baparekraf, Rizki Handayani, dalam seminar daring bertema “Bincang-bincang Revitalisasi Bumi” (12/8) menyebut,  pandemi menyadarkan akan kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting dalam semua aspek pembangunan, termasuk pariwisata. “Pola wisatawan akan berubah. Wisatawan akan mencari destinasi wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bisa dimulai dari lingkungan kita sendiri,” ucap Rizki.
Disebutkan Rizki, merebranding pariwisata yang dimulai dari kelestarian lingkungan menjadi dasar dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Mari kita refocusing dalam mempromosikan Bali sebagai destinasi yang benar-benar melestarikan lingkungan, terutama dalam aspek hygiene,” ajak Rizki.
Sebelumnya, Kemenparekraf/ Baparekraf telah menyusun protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) yang harus diterapkan dengan benar dan disiplin sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku, khususnya bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Tim Ahli Gubernur Bidang Pariwisata, Cipto Aji Gunawan, memaparkan, Pemprov Bali telah memiliki dua Peraturan Gubernur yang terkait dengan pelestarian lingkungan, yaitu mengenai sampah, dimana salah satunya ada pembatasan atau pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Sebagai upaya untuk mendorong Bali menjadi sebuah destinasi wisata yang lebih berkualitas.
“Peraturan terkait dengan sampah ini menjadi bagian dari protokol kesehatan. Saat ini sedang berjalan proses sertifikasi dari berbagai industri termasuk industri wisata bahari, dan di dalamnya itu ada protokol mengenai sampah. Jadi tidak hanya dengan penerapan peraturan saja tetapi implementasinya berupa protokol yang sekarang harus dipatuhi oleh semua pelaku usaha pariwisata untuk menerapkan tatanan adaptasi baru yang lebih berkualitas khususnya terkait dengan lingkungan ini,” jelas Cipto.
Dari data Bank Dunia menunjukkan, pesisir Indonesia menyumbang sebanyak 3,22 juta ton sampah ke lautan, termasuk sampah plastik. Akan tetapi, Indonesia sudah menyiapkan rencana aksi nasional yang diharapkan dapat terwujud atau tercapai pada 2025 yaitu akan mengurangi jumlah sampah di lautan hingga 70 persen.
Founder & Executive Director of Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari menjelaskan melihat kondisi pandemi saat ini, ternyata memunculkan paradigma baru yang justru membuat penggunaan plastik sekali pakai itu sesuatu yang normal dan bahkan lebih higienis. “Namun, ketika berkunjung ke titik-titik pantai wisata, kita justru banyak menemukan plastik sekali pakai yang bukan hanya didapatkan dari sampah kiriman tapi akibat dari perubahan paradigma tadi,” kritik Swietenia.
:Kami prihatin melihat pelaku usaha pariwisata yang belum aware dalam menerapkan protokol kesehatan. Ketika tidak ada tamu, tidak menjaga kebersihan dan tidak menerapkan SOP kesehatan dengan benar. Jika kita ingin membuka destinasi wisata kembali, pelaku usaha pariwisata harus benar-benar memperhatikan kesehatan dan kebersihan, ini juga akan berbuah manis bagi pelaku usaha pariwisata itu sendiri,” terang Swetenia.
Sementara Puteri Indonesia Lingkungan 2019, Jolene Marie, berharap, “ketika kita menyuarakan kelestarian lingkungan, maka akan semakin banyak sektor yang terlibat dan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk memperhatikan sustainability dan juga eco-tourism kedepan. Hal ini lah yang akan dicari wisatawan di masa mendatang” (ag/lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia