loading...
Home » » Helikopter Serbu Terbaru, Bakal Disegani Lawan

Helikopter Serbu Terbaru, Bakal Disegani Lawan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-22

Helikopter Bell 360 Invictus (Foto: Bell Helicopter
Jakarta (WartsMerdeka) – Dalam upaya meningkatkan kemampuan pesawat helikopter sebagai sarana tempur, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) sedang mengadakan suatu program kompetisi pembuatan prototype pesawat berawak masa depan untuk pengintaian dan serang, atau Future Attacdk Reconnaissance Aircraft (FARA).

Salah satu pesawat berawak yang ditawarkan adalah helikopter dari Bell yaitu tipe Bell-360 Invictus. Industri Bell-Textron Helicopter mengembangkannya dari teknologi helikopter Bell-525 Relentless.

Menurut CEO Textron, Scott C. Donnelly, antara 360 dan 525 akan memiliki sistem artikulasi rotor yang sama, dimana 360 diawaki dua personil, pilot dan gunner (tandem cockpit), menggunakan satu mesin saja dengan empat bilah rotor.  

Sedangkan 525 menggunakan dua mesin, rotor utama dengan lima bilah baling-baling, dan berkapasitas 19 penumpang.
Rotor utama berdiameter 12 meter disesuaikan dengan persyaratan US Army yang merupakan perhitungan diameter maksimum untuk FARA, sehingga helikopter dapat terbang diantara jarak antar bangunan tinggi.  

Penggeraknya satu buah mesin utama turboshaft General Electric T901, dengan tenaga suplemen dari mesin turboshaft Pratt & Whitney PW207D1, 586 shp (sebagai supplement power unit). Dengan demikian kemampuan jelajahnya dapat mencapai 330 km/jam. Radius jelajahnya sekitar 135 mil laut atau 250 km.

Pada bagian bawah moncong pesawat terdapat alat optic dan/atau pembidik laser yang posisinya diatas kubah kanon caliber 20mm. Sedangkan posisi untuk persenjataan misil, terdapat missile bay dibawah stub wings.

Mengenai mesin penggerak utama General Electric T901, merupakan Improved Turbine Engine (ITE) yang menghasilkan tenaga lebih besar dari mesin sejenis yang sudah ada, mengurangi ukuran bilah baling-baling, bobot pesawat serta lebar pesawat, sehingga dapat terpenuhi kecepatan ideal yang diinginkan.  Pengintegrasian sub-sistem pada pesawat dilakukan dengan Modular Open Systems Approach (MOSA).  

Dimasa terdahulu, MOSA dikenal dengan istilah Open Systems Architecture atau Open Systems Approach, didefinisikan sebagai strategi teknik dan bisnis untuk perancangan sistem yang dapat dijangkau dan mudah beradaptasi.

Sedangkan MOSA versi Kementrian Pertahanan AS (DoD) ditujukan pada metoda untuk implementasi sistem terbuka, disesuaikan dengan Peraturan Hukum AS. Title 10 U.S.C. 2446a.(b), Sec 805 tentang seluruh program utama akuisisi peralatan pertahanan (MDAP).

Program ini bertujuan untuk penghematan biaya, penyingkatan waktu produksi dan penerapan teknologi baru secara cepat, peningkatan dan pembaharuan teknologi, serta keutungan lainnya selama tahap lanjut penggunaan sistem utama.

Untuk pengembangan piranti keras dan piranti lunak helikopter baru ini, pihak Bell Textron menjalin kerja sama dengan Collins Aerospace Systems, termasuk untuk penguatan perlindungan cyber dan solusi digital. Collins Aerospace juga menawarkan perangkat dan proses model-based systems engineering (MBSE) guna pengintegrasian mission avionic ke pesawat Bell 360 Invictus ini.

Setelah hamper 12 bulan pelaksanaan pekerjaan perancangan dan peminimalan risiko, akhirnya pada Maret 2020 pihak Bell Textron terpilih untuk melanjutkan program FARA US Army dan diharapkan masuknya Bell 360 Invictus dapat mengisi peran Bell OH-58 Kiowa Warrior dan heli serbu Boeing AH-64 Apache.

MUHAMMAD ALI HAROEN
Sumber: Armada International 13-08-2020
Bell Textron Helicopters

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia