loading...
Home » » Limbah Batubara PLTU Suralaya Bisa Dimanfaatkan

Limbah Batubara PLTU Suralaya Bisa Dimanfaatkan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-11

Penggunaan PLTU Suralaya sangat diharapkan membantu pasokan listrik di Jawa-Bali-Madura
Cilegon (WartaMerdeka) – Kawal amanat peningkatan kualitas lingkungan hidup, melalui monitoring dan evaluasi pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), khususnya penanganan abu sisa pembakaran batubara (Fly Ash dan Bottom Ash/FABA), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi/Kemenko Marves diwakili Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti bersama Tim meninjau operasional pengelolaan limbah B3, di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Cilegon, Banten (6/8).


“Teknologi yang digunakan oleh PLTU Suralaya dinilai sudah baik, sudah dilakukan penanganannya secara khusus dan telah memisahkan fly ash dan bottom ash” ujar Nani, dalam keterangan pers (8/8). Adapun, beberapa perwakilan kementerian/lembaga turut hadir dalam kunjungan ini yakni, Sekretariat Kabinet, Direktur Verifikasi Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan/KLHK dan Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kemen ESDM,Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Perwakilan PT. PLN dan Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, Bali.
Sementara Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretariat Kabinet Agustina Murbaningsih lebih menekankan pada proses produksi listrik secara menyeluruh dari bahan bakar batu bara serta terbentuknya FABA secara langsung. “Hal tersebut  dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan pengkajian ulang penetapan FABA sebagai limbah B3 atau Non B3," ujarnya.
PLTU Suralaya merupakan BUMN dengan nama PT. Indonesia Power Suralaya PGU, berkapasitas pembangkit sebesar : 4 x 400 MW dan 3 x 600  MW dengan total kapasitas seebsar : 3.400  MW. PLTU Suralaya beri kontribusi sebesar 12 % dari dari sistem koneksi energi listrik Jawa Bali Madura.  Konsumsi bahan baku berupa batu bara sub bituminous sebesar 33.000 ton per hari menghasilkan masing-masing Fly Ash dan Bottom Ash sebanyak 1.183 ton/hari dan 295 ton/hari.
PLTU Suralaya sudah bekerjasama dengan PT Indonesia Power Suralaya PGU sejak 15 tahun dan kegiatan tersebut senantiasa mengikuti ketentuan terkait pengelolaan limbah B3. Kualitas FABA Suralaya sampai saat ini sangat baik, bisa digunakan di Plant PT. Indocement Tunggal Perkasa. Di PLTU Suralaya, limbah FABA dimanfaatkan menjadi paving blok, kanstin, beton pagar panel dan beton tiang panel dimana kemudian diaplikasikan pada beberapa tempat seperti jogging track, taman bermain, lapangan olahraga serta jalan beton yang berada disamping kawasan Ecopark.
“Kendala saat ini dihadapi PLTU Batubara terkait pengelolaan FABA sebagai limbah B3 yaitu biaya pengelolaannya tinggi sehingga berdampak kepada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik dan menjadi beban PLN dan Pemerintah. Birokrasi perizinan serta biaya pengurusan pemenuhan ketentuan teknis seperti biaya pengujian salah satu parameter sub-kronis membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama," terang Direktur Tenik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kemen ESDM, Wanhar.
Soal limbah, menurut Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLHK Ahmad Gunawan Widjaksono, saat ini KLHK bersama Kemenkumham sedang berupaya untuk melakukan penyederhanaan sistem maupun proses pengurusan izin pemanfaatan, agar mudah dilakukan penghasil limbah FABA serta pemanfaatannya oleh masyarakat luas (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia