loading...
Home » » Luhut: Bali Dan Pariwisata Dua Entitas Tak Bisa Dipisahkan

Luhut: Bali Dan Pariwisata Dua Entitas Tak Bisa Dipisahkan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-01

Sumbangan pariwisata Bali kepada negara hingga mencapai 75 trilyun rupiah
Bali (WartaMerdeka) – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Bali lakukan Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Pariwisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard/QRIS (30/7).

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, Bali dan pariwisata adalah dua entitas yang saling melekat dan tak terpisahkan. “Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang sangat komprehensif dalam penanganan covid 19 ini. Jadi saya ingin menginformasikan sekarang hampir semua sektor itu tertangani dengan baik, program-program bantuan, program-program stimulus itu dilakukan dengan baik,” ujar Luhut di Bali.
Luhut kembali mengingatkan, pariwisata merupakan salah salah satu bidang yang sangat diperhatikan Pemerintah, karena penerimaan negara dari sektor ini sangat tinggi, juga dapat menciptakan lapangan kerja. Tercermin dalam proporsi pariwisata Indonesia, menurut BPS, 60% wisatawan mancanegara ke Indonesia berwisata ke Bali. Pariwisata Bali juga menyumbang 28,9% devisa pariwisata nasional, yakni sebesar 75 triliun rupiah.
“Presiden berkali-kali mengingatkan kami para pembantunya, bahwa kami harus tangani pariwisata ini dengan benar. Nah untuk itu ada dua kunci yang menurut saya harus kita perhatikan, yaitu penanganan Covid-19 dan penanganan ekonomi,” tambahnya.
“Kita membuka Bali ini bukan asal dibuka, semua itu berangkat daripada berapa jumlah yang infeksi, berapa jumlah yang sembuh berapa tadi mortality ratenya. Nah itu menjadi acuan, apakah dia masuk zona merah, apa kuning atau hijau. Bali ini menurut saya beberapa daerah sudah banyak yang hijau, ada masih yang kuning tapi tidak ada yang merah,” jelas Luhut.
Meski demikian, Luhut juga menyebutkan tak menutup kemungkinan Provinsi Bali akan ditutup jika terdapat lokasi yang menjadi zona merah. “Jadi kerjasama kita itu penting. Jadi tidak boleh satupun merasa diri paling penting dalam masalah ini. Kita harus teamwork menyelesaikan ini. Masalah kesehatan ini penting, oleh karena itu protokol kesehatan jangan sampai ditawar-tawar. Kita semua harus bahu-membahu untuk menegakkan disiplin ini. Tanpa disiplin ini tadi, Covid-19 tidak akan terkendali dan akan berdampak bagi ekonomi,” tegasnya (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia