loading...
Home » » Transportasi Darat Berkontribusi Signifikan Pada Perekonomian Nasional

Transportasi Darat Berkontribusi Signifikan Pada Perekonomian Nasional

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-22

Transportasi massal seperti kereta api memiliki peran penting mengurangi kemacetan lalu lintas
Bali (WartaMerdeka) – Peran transportasi darat dinilai memiliki peranan penting dan beri kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Sehingga, Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk membangun infrastruktur transportasi darat tidak hanya di Jawa, tetapi di seluruh bagian Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat webinar bertema “Transportasi Darat untuk Merajut Keberagaman Indonesia” (19/8).

Luhut menyebut, komitmen pemerintah membangun transportasi darat di seluruh Indonesia tampak pada pembangunan tol di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan di Bali maupun rencana pengembangan jaringan kereta api di Kalimantan, Sulawesi, dan Bali.
Mengutip studi yang dilakukan LPPM FE UI, Luhut paparkan kenaikan stok jalan sebesar 1% akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi sebesar 8,8%. Karenanya, pemerintah memandang penting pembangunan infrastruktur jalan, baik dalam bentuk investasi pemerintah maupun swasta dalam proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). 
"Selain itu, konektivitas jalan, termasuk jalan tol merupakan sebuah komponen penting dalam mendorong transformasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa," sambung Luhut. Tak kalah penting dari pembangunan infrastruktur darat, pemerintah saat ini sedang mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Upaya ini diharapkan, ucap Luhut, tak hanya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fossil fuel, tapi juga menekan dampak buruk pada lingkungan dari pencemaran yang ditimbulkan kendaraan berbasis fossil fuel.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan transportasi massal berbasis kereta api. Melalui moda transportasi ini, sambung Luhut, Indonesia dapat menghemat Rp 40 Triliun dari biaya operasi kendaraan bermotor dan Rp 60 Triliun untuk waktu perjalanan. Nilai tersebut setara dengan 4% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabodetabek. Penggunaan transportasi massal juga akan mengurangi kemacetan lalu lintas secara signifikan. Data dari PT KAI Commuterline Indonesia (PT KCI), jumlah penumpang mencapai 336 juta orang dari dan menuju Jakarta ke dan dari wilayah sekitar Jakarta pada tahun 2019.
Selain itu, Luhut juga menyoroti pentingnya peran angkutan sungai, danau, dan penyeberangan yang juga memainkan peran penting sebagai salah satu unsur konektivitas. Saat ini terdapat 221 lintasan, 35 pelabuhan dan 151 kapal yang dikelola oleh salah satu BUMN yaitu PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Titik lintasan terdapat mulai dari Banda Aceh, Sibolga, Bakauheuni, Merak, Ketapang, Batulicin, Bitung, Ternate, Sorong sampai dengan Merauke. Penumpang yang diangkut berjumlah 6,6 Juta per tahun sedangkan jumlah kendaraan yang diangkut 6,4 juta per tahun. 
"Data tersebut merefleksikan pentingnya angkutan sungai, danau dan penyebrangan untuk lebih dioptimalkan," jelas Luhut. Lebih lanjut, Luhut mengatakan, pemerintah Indonesia juga mempunyai komitmen sangat kuat untuk mengembangkan urban transport sebagaimana dicanangkan dalam RPJMN 2020-2024, sebagai salah satu faktor utama di dalam mengurangi kemacetan dan memperbaiki kualitas lingkungan. 
"Konektivitas pada seluruh sektor darat, laut, dan udara yang terintegrasi akan membantu di dalam upaya pemerataan perekonomian nasional bagi negara besar seperti Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.504 pulau," ungkap Luhut (ma).
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia