loading...
Home » » Bupati Kaimana: TMMD Sangat Membantu Daerah Terisolir

Bupati Kaimana: TMMD Sangat Membantu Daerah Terisolir

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-24

Bupati Kabupaten Kaimana Matias Mairuma (tengah) saat membuka TMMD 109 diwilayahnya
Kaimana/Papua Barat (WartaMerdeka) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 di wilayah Kodam XVIII/Kasuari pada 2020 mulai "bergerak", bersama-sama dengan TMMD lainnya digelar secara serentak di seluruh Kotama di jajaran TNI Angkatan Darat. Kali ini, mengusung tema "TMMD Pengabdian untuk Negeri" Kodam XVIII/Kasuari digelar di wilayah Kodim 1804/Kaimana, tepatnya di Kampung Tanusan, Distrik Arguni Bawah, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.

Pembukaan TMMD di Kaimana berlangsung pada Selasa (22/9) di ruang rapat Kantor Bupati Kaimana dan dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Kaimana Matias Mairuma. “Bentuk kerja sama Pemda Kaimana bersama TNI selama ini lebih terfokus pada pembangunan daerah terisolir yang mungkin sulit dilakukan oleh para kontraktor. Terkait itu, dengan adanya program yang dilakukan oleh TNI, kita bisa sentuh masyarakat dengan lebih maksimal, yaitu melalui dengan program TMMD tersebut,” jelas Bupati.
“Diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini semoga dapat bermanfaat untuk kesejahteraan bagi masyarakat, tentunya karena program TMMD ini sudah berkali-kali dilaksanakan di Kabupaten Kaimana dan ini sangat membantu Pemerintah Daerah, terutama dalam membangun beberapa kampung yang sulit dijangkau. Kami berharap melalui program TMMD ini, bisa mengatasi sedikit persoalan yang dihadapi masyarakat,” sambungnya.
Sementara Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Kav Zubaedi menambahkan, TMMD adalah salah satu wujud operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintahan Non Departemen dan Pemerintah Daerah, serta komponen bangsa lainnya.
“TMMD ini dilaksanakan secara terintergasi bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolir, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan, serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana,” terangnya.
TMMD berlangsung selama satu bulan, mulai 22 September dan direncanakan hingga minggu keempat Oktober 2020. Personel Satuan Tugas TMMD (Satgas TMMD) akan mengerjakan berbagai kegiatan, meliputi sasaran fisik dan non fisik. “Total personel yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini sebanyak 150 orang, yang terdiri dari Satgas dan staf Satgas sebanyak 15 orang, tim asistensi kesehatan, penyuluhan, penerangan, keamanan, dan teknik masing-masing 5 orang, serta anggota yang terbagi dalam Peleton 1, 2, dan 3 sebanyak 110 orang,” papar Zubaedi.
“Jenis kegiatan yang akan dikerjakan diantaranya pembuatan rumah tipe 42 (8 unit), penyuluhan Virus Covid-19, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya Isis, dan penyuluhan Kamtibmas,” sambungnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia