loading...
Home » » Celakai Gajah Pasang Pagar Listrik Hingga Tewas, Pelakunya Ditangkap Polisi

Celakai Gajah Pasang Pagar Listrik Hingga Tewas, Pelakunya Ditangkap Polisi

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-30

Polres Pidie saat jumpa pers dengan BKSDA-KLHK Aceh
Aceh (WartaMerdeka) – Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian, dalam jumpa persnya (29/9),  menjelaskan sebagai upaya perlindungan dan pencegahan perburuan satwa liar di Provinsi Aceh, pihaknya menangkap pelaku pemasangan pagar listrik yang menyebabkan satu individu gajah mati. Gajah tersebut ditemukan mati di sekitar kebun masyarakat di Desa Tuha Lala, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie pada 9 September 2020.

“Polres Pidie akan terus mendukung perlindungan, pencegahan sekaligus mengantisipasi terjadinya konflik manusia dan satwa liar,” ucapnya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memuji Polres Pidie dan jajarannya telah berhasil menangkap pelaku pemasangan pagar listrik yang berakibat gajah mati. Apresiasi juga disampaikan kepada Baintelkam Mabes Polri, yang turut bersama ke lapangan memberi supervisi penegakan hukum atas kejahatan tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang menggunakan senapan dan pagar listrik.
"Kerjasama penegak hukum menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus kematian satwa akibat pemasangan pagar listrik," jelas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto, dalam rilisnya (29/9). Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Kejahatan Negara, Dit. Keamanan Negara, Baintelkam Polri, Kasmen menyebut Polres Pidie akan terus melakukan penyelidikan apakah ada pihak lain yang memodali kegiatan ini atau murni dari si pelaku itu sendiri.
“Baintelkam mendukung penuh upaya pencegahan terhadap kejahatan satwa liar, dan siap berkolaborasi dengan KLHK untuk meminimalkan potensi-potensi kejahatan satwa liar di masa yang akan datang," katanya.
Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Exploitasia menambahkan,  kasus kejahatan TSL dengan menggunakan pagar listrik dapat menjadi preseden bahwa ada  keseriusan dari penegak hukum dalam memberantas kejahatan TSL dalam segala bentuk. "Untuk itu, kami menyambut baik dukungan dari berbagai pihak kepada KLHK dalam memberantas kejahatan TSL," tanggapnya.
Individu gajah liar yang mati berjenis kelamin jantan, masih memiliki sepasang gading dengan panjang sebelah kiri 82 cm dan sebelah kanan 90 cm dengan perkiraaan umur 15 - 20 tahun. Pada saat ditemukan kondisi bangkai gajah liar jantan adanya luka bakar di bagian ujung belalai dan kaki depan sebelah kanan.
Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.
Agar peristiwa seperti ini tidak terulang, Agus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. Dan, siapapun tak diperbolehkan menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia