loading...
Home » » Indonesia Berbagi Pengalaman Kelola Pangan Di Forum G20

Indonesia Berbagi Pengalaman Kelola Pangan Di Forum G20

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-13

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat diskusi dengan G20 secara virtual
Jakarta (WartaMerdeka) – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan trend mereda, Indonesia berbagi pengalamannya di Forum Internasional G20 dalam mengelola produk pertanian untuk memelihara ketahanan pangannya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut secara virtual, mengajak negara anggota G20 untuk bersatu melawan pandemi demi ketahanan pangan global.

Mentan menuturkan, sektor pertanian menjadi peran penting di tengah dampak pandemi, karena tampil sebagai penyelamat perekonomian negara. "Merupakan suatu kehormatan bagi saya dapat berbicara pada Pertemuan Virtual Para Menteri Pertanian dan Irigasi G20. Peran sektor pertanian di Indonesia saat ini cukup signifikan, yang terlihat dari kontribusinya terhadap total PDB mencapai 14 persen dan menyediakan lapangan kerja bagi hampir separuh total penduduk," papar SYL.
Hadir Menteri Abdulrahman A. Alfadley, Kerajaan Saudi Arabia selalu tuan rumah penyelenggara Menteri Pertanian dan Irigasi G20, para Menteri Pertanian dan Irigasi anggota G20, perwakilan negara dan juga dari organisasi internasional. SYL membeberkan, ditengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional.
Pertama, meningkatkan kapasitas produksi melalui percepatan tanam padi, konversi lahan suboptimal menjadi lahan pertanian dan perluasan areal kawasan budidaya baru untuk komoditas strategis. Kedua, diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan pekarangan serta lahan marjinal. Ketiga, perkuat cadangan pangan dan sistem logistik melalui pengembangan cadangan pangan di tingkat provinsi dan masyarakat, meningkatkan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga. Keempat, pengembangan pertanian modern melalui promosi mekanisasi pertanian, smart farming, pemanfaatan screen house, food estate dan korporasi petani.
Empat strategi diatas dikupas oleh SYL untuk menjaga ketahanan pangan nasional, dan ini bisa ditiru oleh negara lain. "Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan inovasi sebagai komponen penting dalam mewujudkan sistem pangan berkelanjutan, inklusif dan tangguh, di tengah goncangan akibat pandemi Covid-19," sambung SYL.
“Maka dari itu, dalam pertemuan ini, saya mengajak seluruh Menteri Pertanian G20 dan Organisasi Internasional untuk berkolaborasi dalam penanganan dampak pandemi covid-19 terhadap sistem pangan global. Kami siap berbagi pengalaman untuk berkontribusi dalam pencapaian target-target SDGs (global pembangunan pertanian berkelanjutan,-red)," ungkapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia