loading...
Home » » “Labuan Bajo Rebound” Ajak Masyarakat Pelihara Lingkungan Pariwisata

“Labuan Bajo Rebound” Ajak Masyarakat Pelihara Lingkungan Pariwisata

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-03

Kemenparekraf ajak warga pelihara lingkungan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo 
Labuan Bajo/NTT (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar "Labuan Bajo Rebound" di Pantai Pede, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai inisiasi dan upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di salah satu destinasi super prioritas Labuan Bajo dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

“Kita tidak boleh ‘tidur’ atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah. Dan kami berharap ini menjadi pembuktian dan merebut kembali kepercayaan wisatawan bahwa kami sudah siap menyambut mereka kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang juga sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 128/KEP/HK/2020,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat Agustinus Rinus, saat hadir dalam kegiatan “Labuan Bajo Rebound” (2/9).
Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan di Pantai Pede, Manggarai Barat, menyebut, "ini adalah momentum bagi masyarakat di Labuan Bajo untuk kembali bangkit. Pemerintah memberikan perhatian yang serius untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, masyarakat harus menangkap peluang tersebut, demi meningkatnya kepercayaan wisatawan baik nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman),” ujarnya.
Wawan juga mengatakan, kegiatan rebound melibatkan 60 pekerja parekraf ini selaras dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait penerapan protokol CHSE ( Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability ) diberbagai destinasi. Sehingga menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk membangkitkan kembali potensi pariwisata di Labuan Bajo.
Lingkup kegiatan rebound meliputi penguatan program sapta pesona, revitalisasi amenitas dengan pengadaan barang pendukung CHSE dan alat penunjang keamanan. Serta bimbingan teknis soal 3A (atraksi, aksesibilitas, dan amenitas) di setiap destinasi wisata di Labuan Bajo. Juga, ada kegiatan yang berlangsung pada 2-4 September 2020, digelar Bimtek Kapasitas SDM dan pengembangan desa wisata di Desa Wisata Batu Cermin, serta Sosialisasi CHSE. Kemenparekraf/Baparekraf juga mendedikasikan peralatan dan perlengkapan pendukung seperti tempat cuci tangan, tempat sampah, sapu, masker, face shield, sarung tangan, serta signage (papan sapta pesona dan imbauan sadar wisata).
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawan menambahkan, kekuatan pariwisata di NTT hanya ada 2 hub yaitu Labuan Bajo dan Kupang. Artinya, jika kedua kota tersebut mampu disiplin menerapkan protokol kesehatan, maka bukan hanya wisnus, namun juga wisman akan kembali percaya dan siap mengunjungi NTT.
“Untuk itu, kita perlu membangun komitmen kebersihan yang lebih baik, yang lebih dari biasanya. Kebersihan saat ini menjadi tantangan dan momentum bangkitnya pariwisata. Selain itu kita juga butuh langkah-langkah progresif dan radikal untuk menjadikan sampah sebagai musuh utama,” ajaknya (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia