loading...
Home » » Operasi Prostat Kini Bisa Dilakukan Dengan Teknologi Robotik

Operasi Prostat Kini Bisa Dilakukan Dengan Teknologi Robotik

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-16

Penderita kanker prostat termasuk besar dialami oleh pria di seluruh dunia
Bogor (WartaMerdeka) – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) kini telah dapat melakukan biopsi prostat memakai teknologi robotik. Biopsi prostat robotik adalah tindakan pengambilan jaringan pada prostat (kelenjar pada pria) karena adanya indikasi kecurigaan keganasan. 

Dengan bantuan software dan hardware robotik, maka dapat meningkatkan keakuratan operasi dan meningkatkan angka deteksi diagnosa kanker prostat yang signifikan secara klinis. 

Dokter Spesalis Urologi RSUI, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U menjelaskan, “keunggulan biopsi prostat dengan robotik adalah tingkat keakurasiannya lebih tinggi karena dapat mengkombinasi data MRI (magnetic resonance imaging) dan USG (ultrasonography) untuk menentukan lesi (area) yang dicurigai sebagai sel kanker dan fokus membiopsi lesi tersebut. Jika non robotik, maka hanya data dari USG dan tidak ada bantuan untuk menargetkan lesi yang dicurigai.”
Dan, dari sisi waktu operasi, dengan menggunakan teknologi ini, pelaksanaan biopsi juga dapat dilakukan lebih singkat yaitu sekitar 30-45 menit. “Dengan tangan robotik, dapat membantu mengarahkan dokter saat melakukan tindakan biopsi prostat. Ini sangat mempersingkat waktu operasi. Bahkan, dengan bantuan si robot, tindakan biopsi prostat hanya memerlukan dua kali tusukan pada kulit saat pengambilan sampel jaringan prostat.” tambahnya.
Penerapan biopsi prostat teknologi robotik pertama kali dilakukan di RSUI pada 30  Januari 2020 dan sudah rutin dilakukan. Pada 12 September 2020, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U  bersama tim medis lainnya, dr. Anggara Gilang, Sp. An dibantu ners (perawat) RSUI melakukan biopsi prostat robotik pada pasien laki-laki berusia 60 tahun. Alat robotik tersebut adalah iSR’obotTM Mona Lisa Robotic Prostate Biopsy System yang diproduksi oleh Biobot Surgical Pte LTD. 
“Tindakan operasi biopsi prostat robotik ini dilakukan terhadap pasien yang memiliki indikasi biopsi prostat karena terdapat peningkatan kadar Prostat Spesific Antigen (PSA) darah dan kecurigaan yang dikonfirmasi dengan MRI.  Pada umumnya, laki-laki yang perlu dilakukan pemeriksaan PSA adalah laki-laki di atas 45 tahun atau 40 tahun bila memiliki anggota keluarga sedarah dengan keganasan prostat.” terang dr. Dyandra.
Menurut data dari Global Burden of Cancer Study (GLOBOCAN) 2018, kanker prostat menempati urutan ketiga (13.5 %) dari sepuluh kanker terbanyak di seluruh dunia pada pria. Kanker prostat merupakan kanker nomor dua tersering pada pria setelah kanker paru-paru. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 diperkirakan terdapat sekitar 25.012 jiwa penderita kanker prostat di Indonesia (0,2%). Namun, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium lanjut karena deteksi dini kasus kanker prostat belum optimal di Indonesia (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia