loading...
Home » » Pelaku Parekraf Bisa Manfaatkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Pelaku Parekraf Bisa Manfaatkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-09

Bank DKI diberi kepercayaan salurkan pinjaman ringan ke UKM termasuk usaha parekraf
Jakarta (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 untuk memanfaatkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini dikatakan Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Hanifah Makarim, saat webinar Temu Bisnis Perbankan Bank DKI dan Pelaku Usaha Pariwisata Ekonomi Kreatif, dengan topik ‘Sosialisasi Pembiayaan Modal Kerja Melalui Stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan KUR oleh Bank DKI (02/09.


Peluncuran program PEN adalah bentuk respons pemerintah untuk memulihkan kondisi perekonomian Indonesia terdampak pandemi COVID-19. “Rasanya tidak ada negara manapun yang siap dengan kondisi Covid-19 ini. Namun kita tetap harus berusaha untuk bisa terus survive dengan usaha kita masing-masing. Oleh karena itu, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah program PEN dengan dana yang telah dikucurkan sebesar Rp695,2 triliun," ungkap Hanifah.
Tujuan PEN untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini Bank DKI diberi kepercayaan pemerintah untuk membantu penyaluran program PEN. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Fadjar Hutomo menambahkan, program PEN dapat dimanfaatkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreati/parekraf dalam bentuk pinjaman yang dapat diajukan melalui Bank DKI.
"Bank DKI memiliki kewajiban untuk menyalurkannya dalam bentuk kredit yang bisa diakses oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, masalahnya ini membutuhkan kriteria salah satunya proses kurasi. Agar ini bisa tepat sasaran. Saya kira PEN ini adalah hal yang memerlukan sosialisasi, memerlukan kerja sama semua pihak untuk merealisasikan sesegera mungkin, karena restrukturisasi saja nggak cukup," ungkap Fadjar.
Sementara Pemimpin Grup Kredit UKM Bank DKI, Wahyudi Dwi Irawan, menyampaikan, program PEN dari Bank DKI memiliki suku bunga terjangkau. "PEN ditempatkan di bank itu dengan suku bunga kecil yang bisa diakses UKM. PEN kami salurkan dengan suku bunga 7 persen. Saat ini kami mendapatkan amanah untuk dalam 6 bulan ini harus menyalurkan kepada UKM," terang Wahyudi.
"Umumnya, pelaku usaha harus melengkapi laporan keuangan, untuk kemudian kami dapat melakukan analisis kuantitatif dalam hal kemampuan bayar lagi. Selain itu, omzet pelaku usaha ini juga kami harus ketahui. Bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman usaha ini, bisa melalui online ataupun offline dengan mengunjungi kantor Bank DKI," papar Wahyudi (vh/lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia