loading...
Home » » Tanggungjawab Moral Perusahaan Dibutuhkan Dalam Rehabilitasi DAS

Tanggungjawab Moral Perusahaan Dibutuhkan Dalam Rehabilitasi DAS

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-15

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong
Jakarta (WartaMerdeka) – Peran masyarakat dalam mengelola hutan, khususnya rehabilitasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS), harus didorong agar lebih optimal. Hal tersebut diutarakan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong pada saat menyampaikan pidato kunci di acara Webinar Rehabilitasi DAS (14/09).

Alue Dohong menerangkan, masyarakat tidak boleh hanya dijadikan sebagai obyek, namun harus menjadi subyek urun daya atau crowdsourcing bersama kekuatan lain, baik dari sektor pemerintah pusat maupun daerah, akademisi, peneliti, aktivis-champion lingkungan, dan dunia usaha yang kemudian didorong oleh media agar dapat bersatu bergulir menjadi kekuatan yang besar.

“Maka dari itu, kita selalu bergandengan tangan, bersama-sama bahu-membahu untuk menyelamatkan lingkungan,” ujar Alue Dohong, yang juga berkesempatan berbincang dengan masyarakat di daerah melalui fasilitas video conference yang sedang melakukan penanaman pohon dalam rangka rehabilitasi DAS.

Alue Dohong beri apresiasi dan kagum atas kepedulian dan antusias masyarakat menyambut program pemulihan kawasan hutan melalui kegiatan rehabilitasi DAS yang dilaksanakan oleh perusahaan, diantaranya SKK Migas – Pertamina Hulu Mahakam dan PT Indominco Mandiri di Provinsi Kalimantan Timur.

“Berikanlah peran lebih kepada masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi DAS mulai dari penyiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pengamanan tanaman baik dari hama tanaman maupun bahaya kebakaran,” pinta Wamen.

Dan, yang tak kalah pentingnya ujar Wamen, sudah saatnya setiap pelaku usaha khususnya pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) mempunyai wawasan dan cara pandang yang lebih luas terhadap upaya perbaikan lingkungan.

Jadi, tak hanya sekedar melihat lokasi usahanya saja, tetapi juga harus turut serta memperbaiki wilayah DAS tempat mereka berusaha, bahkan jika diperlukan harus lintas DAS.

Alue Dohong meminta agar setiap pelaku usaha tidak hanya berorientasi kepada keuntungan bisnis saja, tetapi juga berfikir akan lingkungan dan sosial. “Paradigma harus kita ubah. Kita perlu melakukan pergeseran nilai yang semula pengusaha hanya mengejar keuntungan sudah saatnya punya tanggung jawab moral terhadap perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat disekitar beroperasinya perusahaan,” terang Alue Dohong.

Direktur PT. Pertamina Hulu Mahakam, Danar Dojoadhi menanggapi, ajakan Wamen, menjelaskan bahwa saat ini, dukungan teknologi diterapkan dan digunakan pada kegiatan rehabilitasi DAS SKK Migas-PT Pertamina Hulu Mahakam. Aplikasi sederhana digunakan untuk memantau kondisi tanaman dengan menajemen pohon-per-pohon (tree by tree) dalam kegiatan rehabilitasi DAS yang rencananya seluas ± 2.100 Hektare.

Sedangkan Direktur PT. Indominco Mandiri, A.H. Bramantya Putra juga melaporkan, pihaknya berkomitmen menyelesaiakan kewajiban rehabilitasi DAS. Saat ini, dapat diserahterimakan hasil tanaman seluas 3.040 Hektare yang pelaksanaannya langsung dengan masyarakat. Mengingat lokasi berada di wilayah Taman Nasional Kutai maka kegiatan rehabilitasi DAS menjadi bagian dari usaha pemulihan ekosistem (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia