loading...
Home » » Kementan Genjot Pertanian Sukabumi Dari Hulu Hingga Hilir

Kementan Genjot Pertanian Sukabumi Dari Hulu Hingga Hilir

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-10-13

Mentan Syahrul Yasin Limpo melihat potensi pengembangan Sapi di Sukabumi 

Sukabumi/Jawa Barat
 (WartaMerdeka) – Pertanian jadi salah satu sektor berpotensi besar terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Sebagai salah satu daerah penghasil pangan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, akselerasi pertanian di wilayah yang terletak dibagian selatan Jabar ini dapat digarap dari hulu hingga hilir.

“Pertanian terbukti menjadi sektor yang paling mampu bertahan di tegah pandemi covid 19, dan saya harap kinerja ini mampu memperkuat akselerasi pertanian dari hulu hingga hilir. Sejauh ini ketahanan pangan di Sukabumi terjamin cukup baik, hanya akselerasinya yang harus kita terus bangun dan jaga” jelas Syahrul saat meninjau lokasi Peternakan Kambing, Domba dan Sapi di Yayasan Adzkia, Desa Sukaresmi, Cisaat, Sukabumi (12/10).

Syahrul berharap petani Sukabumi dapat mengembangkan usaha taninya secara komprehensif dari budidaya (on farm) hingga pengolahan dan pemasaran (off farm). Ini sekaligus sebagai upaya dalam menghasilkan produk yang mempunyai nilai tambah, sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani di wilayah tersebut.

“Saya harus pastikan proses korporasi dari on farm hingga off farm diberbagai wilayah terkoneksi dengan kuat. Kita tidak mau petani sudah lelah menanam, kemudian tidak tau siapa yang harus menyerap, siapa yang harus membeli” terang Syahrul.

Menurutnya, pangan adalah persoalan yang perlu dikerjakan secara gotong royong. “Kita harus sama-sama kerja dilapangan, ada pemda, kelompok tani, kementerian, BUMN dalam hal ini Bulog, semua harus sinergi untuk kesejahteraan petani,” seru Mentan.

Sebagai informasi, Sukabumi tercatat memiliki luas lahan baku sawah 56.782 ha, sebagian besar lahannya ditanami komoditas tanaman pangan seperti padi, jagung dan kedelai. Dari luas panen padinya 93.378 ha pada 2019, wilayah ini mampu memproduksi padi hingga 468.764 ton GKG atau setara 268.930 ton beras.

Saat ini Kementan tengah mengejar produksi pangan terutama beras lewat 5,8 juta ha lahan yang  ditanami pada musim tanam II tahun ini. Syahrul menambahkan, proses produksi yang berjalan ini membutuhkan penyerapan produksi beras secara masif, hal ini penting agar kestabilan harga selama masa panen tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia