loading...
Home » » Kabupaten Pulang Pisau Manfaatkan Lahan Gambut Sebagai Ekowisata

Kabupaten Pulang Pisau Manfaatkan Lahan Gambut Sebagai Ekowisata

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-25

Pesona alam Pulang Pisau yang banyak dilalui sungai dan hutan

Pulang Pisau/Kalteng
 (WartaMerdeka) – Dalam pengelolaan ekosistem gambut, penting adanya keterlibatan masyarakat setempat. Selain itu, pengelolaan lahan gambut juga tidak hanya untuk memperoleh keuntungan finansial saja, tetapi juga memulihkan ekosistem gambut. Oleh karena itu, jasa lingkungan, khususnya ekowisata, menjadi potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut.

Terkait hal ini, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Puslitbang Hutan, BLI-KLHK) menggelar forum grup diskusi atau FGD Pengembangan Produk Wisata Berbasis Ekosistem dan Kearifan Lokal Masyarakat Sekitar Hutan Gambut di Kabupaten Pulang Pisau, di Bappeda Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah/Kalteng (24/11).

Mewakili Kepala Puslitbang Hutan KLHK, Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi Puslitbang Hutan KLHK, Ahmad Gadang Pamungkas mengatakan, "kami ditopang oleh tim peneliti yang kredibel, dan analisis berkualifikasi tinggi. Oleh karena itu, saran dan masukan kami kepada Pemerintah Daerah, mempunyai kompatabilitas, adaptif dan mempertimbangkan banyak hal untuk bisa dilaksanakan, baik oleh Pemerintah Daerah, masyarakat, maupun berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan destinasi wisata khusus di Kabupaten Pulang Pisau."

Sementara Ketua Tim Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut, Dr. Endang Karlina menyampaikan timnya telah mengkaji potensi yang ada, menjadikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, dan mengemasnya menjadi objek wisata. Sejak Oktober, tim kajian bermitra dengan Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru Kalimantan Selatan, memetakan semua potensi yang ada, termasuk keterlibatan warga setempat.

Bersama masyarakat, timnya juga membangun sarana, dan fasilitasi wisata budaya di Desa Gohong dan Desa Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalteng. "Dari sisi kearifan lokal, masyarakat di sini identik dengan sungai. Dari situlah kita mengembangkan wisata susur sungai misalnya,” jelas Endang.

Dalam konsepnya, setiap desa bahkan rumah mempunyai dermaga. “Kami membuat dermaga tersebut mempunyai multi fungsi dan manfaat, misalnya sebagai spot swafoto, dan menjadi indentitas desa tersebut. Jadi gerbangnya wisata setiap desa itu dari dermaga yang ditata dengan baik," tambah Endang.

Kegiatan pembangunannya dilakukan secara padat karya, dengan menggunakan bahan baku yang berasal lahan budi daya masyarakat, seperti bahan baku dari rotan, bambu, dan gelam. Begitu juga dengan penyusunan desain yang sesuai dengan budaya setempat. Selanjutnya, komponen potensi itu menjadi rangkuman strategi pengembangan wisata minat khusus di Kabupaten Pulang Pisau.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pulang Pisau, Hanafi, yang mewakili Plt. Bupati Kabupaten Pulang Pisau berterima kasih kepada tim kajian KLHK, yang telah memberikan skema dalam menggali potensi kearifan lokal budaya yang layak untuk dikembangkan menjadi objek wisata.

"Oleh karena itu, kita harus mampu memanfaatkan segala potensi yang ada. Kabupaten Pulang Pisau banyak memiliki potensi tersebut. Selanjutnya, kita perlu membangun, menata kawasan ekosistem gambut dengan baik, agar dapat tercapai tujuan pengelolaan gambut berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat," terang Hanafi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia