loading...
Home » » Kementerian-Lembaga Sinergi Luncurkan Buku “Modelling a Healthy Creative Scene”

Kementerian-Lembaga Sinergi Luncurkan Buku “Modelling a Healthy Creative Scene”

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-22

Peta potensi usaha ekraf Indonesia akan dikupas dalam buku “Modelling a Healthy Creative Scene”

Yogyakarta
 (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan School of Business Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) meluncurkan buku “Modelling a Healthy Creative Scene”.

Buku ini merupakan salah satu upaya memetakan komunitas kreatif di beberapa kota besar di Indonesia dengan karakteristiknya masing-masing, sekaligus sebagai acuan bagi para pelaku ekraf dalam memulai skena kreatifnya sendiri.

Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf Kartika Candra Negara, dalam webinar “Book Launching: Modelling a Healthy Creative Scene” (21/11) mengatakan, buku ini mengajak pelaku ekraf memahami pentingnya skena kreatif sebagai ekosistem yang dapat memacu para pelaku untuk menggali potensi semaksimal mungkin dalam berkarya.

“Skena kreatif dapat memberikan ruang yang aman bagi para kreator untuk menggali potensi dan berkarya secara maksimal,” ujar Candra. Buku ini merupakan riset dari tim Global Center of Excellence and International Cooperation for Creative Economy (G-CINC) yang terbentuk sejak 2019. “Pembentukan G-CINC ini sebagai bentuk komitmen dalam mengedepankan isu-isu sektor ekonomi kreatif dan berbagi praktik-praktik terbaik seiring dengan pengembangan kerja sama internasional pada sektor ekonomi kreatif,” tambahnya.

Menurut Candra, buku dapat diunduh secara gratis di laman http://gcinc.id/. “Kami berharap buku ini dapat memberikan ide tentang cara mengembangkan suasana kreatif yang sehat dalam komunitas dan lanskap kreatif. Selain itu, buku ini juga diharapkan memberi gambaran bagaimana skena kreatif yang berkembang dapat membawa kesuksesan bagi seniman, pencipta, pelaku, dan komunitas secara umum,” papar Candra.

Direktur Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual Kemenlu Hari Prabowo menambahkan, dengan peluncuran buku ini merupakan bukti sinergitas kementerian dan lembaga dalam upaya memajukan sektor ekraf Indonesia, sesuai dengan Resolusi PBB Tahun Internasional Ekonomi Kreatif bagi Pembangunan Berkelanjutan (International Year of Creative Economy for Sustainable Tourism - IYoCE) 2021.

Sementara Director of Business Incubator SBM ITB Dina Dellyana, yang juga terlibat menyusun buku “Modelling a Healthy Creative Scene” menuturkan, isi buku nantinya akan terus diperbaharui. Mengingat, data komunitas yang ada dalam buku ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Harapannya, buku ini dapat diperbaharui secara berkala dengan tambahan-tambahan praktik terbaik skena kreatif di kawasan Asia Pasifik. Sehingga buku ini dapat selalu menjadi referensi yang selalu relevan dari waktu ke waktu,“ terang Dina (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia