loading...
Home » » Pentingnya Pemanfaatan Data Dan Teknologi Bagi UKM Pariwisata

Pentingnya Pemanfaatan Data Dan Teknologi Bagi UKM Pariwisata

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-15

Geliat industri UKM Pariwisata akan membaik dengan kolobarasi kepada Online Travel Agency

Jakarta (WartaMerdeka) – Laporan PATA (Pacific Asia Travel Association) terbaru soroti peranan Agen Perjalanan Online (Online Travel Agency /OTA) di dunia dan Asia Pasifik, dalam pemulihan perjalanan terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) di industri hospitality, yang menitikberatkan pada digitalisasi dan inovasi.

Hal ini menjadi penting, karena saat menghadapi tantangan pandemi Covid-19, industri pariwisata dan usaha turunannya, sangat terdampak sekali. Perjalanan manusia dari satu tempat ke tempat lain menjadi sangat minim. Nah, pemanfaatan di era digitalisasi dan inovasi, adalah kunci bagi kelangsungan hidup UKM, seiring bangkitnya industri perjalanan setelah terdampak pandemi.

Dalam laporan PATA, disusun Twenty31 Consulting Inc dan didukung Agoda seperti diungkap World Travel Market bertajuk “The Role of Online Travel Agencies (OTAs) in supporting Asia-Pacific SMEs in Recovery”, bertujuan memberi wawasan yang bermanfaat bagi UKM di industri hospitality dan pariwisata.

Pandemi telah mengubah cara dan tujuan orang dalam berwisata secara drastis, sehingga sangat penting bila bisnis hospitality, terutama UKM, dapat menyesuaikan dengan operasional mereka dan dapat berkembang di ekosistem dunia digital. Laporan ini menyoroti area-area penting, dimana platform perjalanan digital dan pemerintah bisa mendukung UKM pariwisata di kawasan Asia Pasifik.

Oleh karenanya, perlu sinergi yang tepat antara UKM dan OTA, di mana OTA memiliki nilai lebih sebagai mitra teknologi, data dan marketing. Sangat penting bagi UKM untuk memahami tren dan menjangkau target baru di masa sekarang ini. UKM yang memanfaatkan OTA bisa mengurangi investasi top-down mereka terutama dalam fitur pembayaran, dukungan pelanggan dan upaya pemasaran.

“OTA adalah tentang teknologi dan kreativitas. Mereka menggunakan teknologi untuk menjadi kreatif dan mendapatkan pelanggan. OTA itu cerdas dan memudahkan kita menggunakan teknologi dengan baik,” ujar salah satu pelaku UKM hospitality di Indonesia.

Sebagai mitra UKM, maka OTA dapat membantunya dalam menyediakan pemahaman komprehensif mengenai informasi data untuk meningkatkan bisnis, mengoptimalkan pendapatan melalui meta-search, machine learning, kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI), diversifikasi produk dan sentralisasi platform.

Dengan sinergi dan kolaborasi ini, tentunya masyarakat yang ingin bepergian menggunakan jasa OTA dan UKM juga menjadi senang, karena terlayani dengan baik dan cepat di masa pandemi. Dari riset PATA terlihat, adanya perubahan lanskap dalam industri perjalanan dan pariwisata, serta bagaimana OTA mendorong pertumbuhan di Asia Pasifik, dengan lebih dari sepertiga pemesanan bruto global diperoleh dari OTA di kawasan ini.

“Agen Perjalanan Online (OTA) berperan penting dalam proses pemulihan. UKM bisa memanfaatkan data mereka dan mendigitalkan untuk beradaptasi dan membangun ketahanan jangka panjang. Kami optimistis industri ini akhirnya bisa pulih dengan kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” kata Dr. Mario Hardy, CEO PATA.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra kami, seperti Agoda, karena kami terus mendengarkan operator UKM dan bagaimana kami bisa meningkatkan diskusi mengenai masa depan perjalanan dan pariwisata di kawasan Asia Pasifik, yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua,” tambah Mario.

Sementara Greg Wong, Managing Director of Global Affairs Agoda menyebut, “Agoda juga membantu hotel UKM berpartisipasi dalam beberapa program kemitraan pemerintah di Asia. UKM meminta agar pemerintah dan platform teknologi bekerja sama lebih jauh untuk membantu merevitalisasi industry pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi” (ma).

Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia