loading...
Home » » Potensi Wisata Di Perbatasan Negara Akan Dibuka

Potensi Wisata Di Perbatasan Negara Akan Dibuka

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-29

Kerjasama lintas kementerian/lembaga dan pemda perlu diperkuat untuk membuka kembali daerah wisata

Nusa Dua
 (WartaMerdeka) – “Membuka kembali destinasi wisata, terlebih lagi untuk perbatasan internasional atau menerima wisawatan mancanegara tidak sesederhana mengatakannya. Kompleksitasnya cukup tinggi, begitu juga kalau kita bicara travel bubble. Diperlukan upaya bilateral untuk menghasilkan kesepakatan antar dua negara terkait, seperti menerapkan standar protokol kesehatan yang sama,” kata Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparkeraf, saat jumpa pers di sela Rakornas Parekraf di Bali (26/11).

Wishnutama menekankan, untuk membuka kembali destinasi wisata diperlukan sinergi dan kolaborasi antara kementerian dan lembaga serta stakeholders terkait. Dalam menghadapi tantangan saat suasana pandemi Covid-19, memang perlu ekstra kehati-hatian. Karena tren wisatawan saat ini adalah adanya rasa atau jaminan suasana aman, nyaman dan sehat.

Saat ini Kemenparekraf terus melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam membangun infrastruktur, Kementerian Perhubungan dalam menyiapkan akomodasi terkait seat capacity (kapasitas kursi pesawat), dan koordinasi dengan Polri untuk memperkuat keamanan dan keselamatan melalui polisi pariwisata.

Selain itu, Menparekraf juga akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Menteri BUMN untuk membahas rencana dibuka kembalinya destinasi wisata di Bali bagi wisatawan mancanegara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menambahkan, mengingat saat ini Bali sedang menekan angka penularan Covid-19, maka diperlukan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Bali telah menerapkan protokol kesehatan sejak Juli 2020, bekerja sama dengan industri-industri yang kebetulan sudah memiliki sertifikat LSU, hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan percaya bagi wisatawan,” jelas Putu.

Putu Astawa juga mengatakan Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata, karena sektor itu menampung sebanyak 1,245 juta tenaga kerja. Selain itu pariwisata juga menghasilkan devisa dan memberikan jumlah kunjungan wisatawan cukup tinggi. “Sehingga diperlukan analisis kajian secara selektif, terbatas, dan bertahap untuk melakukan reopening destinasi wisata,” ungkap Putu (ag/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia