loading...
Home » » Redam Ancaman Stunting, Kementan Tanam Padi Inpari IR Nutrizinc

Redam Ancaman Stunting, Kementan Tanam Padi Inpari IR Nutrizinc

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-03

Tambahkan teks

Jakarta (WartaMerdeka) – Pemerintah t\mencanangkan prevalensi stunting sebagai prioritas nasional ditekan serendah-rendahnya dengan target 14 persen pada 2024. Diketahui, salah satu faktor yang menyebabkan ancaman penyakit kekerdilan atau stunting, yakni kurangnya konsumsi gizi zinc (Zn) yang terjadi di masyarakat, utamanya pada anak-anak.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebut, penanggulangan kekurangan gizi Zn yang berakibat stunting antara lain dengan suplementasi, fortifikasi, dan biofortifikasi. Yaitu perakitan varietas yang memiliki kandungan gizi target khususnya Zn yang tinggi, sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan. Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah menghasilkan varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi Ciherang.

"Oleh karena itu, diharapkan Inpari IR Nutri Zinc dapat berperan mengatasi kekurangan gizi Zn yang banyak terjadi di Indonesia. Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting," terang Suwandi di Jakarta (3/11).

Berdasarkan data deskriptif Keputusan Menteri Pertanian di 2019, kandungan Zn pada varietas ini adalah 34,51 ppm. Sedangkan varietas lain seperti Ciherang hanya mengandung 24,06 ppm. Varietas ini juga tahan hama dengan umur tanaman padi 115 hari dan potensi produktivitas rata-rata 6,21 ton per hektar.

"Pendekatan dan implementasi di lapangan menggunakan teknologi pertanian 4.0, benih unggul, konsep korporasi dan usaha tani terpadu merupakan upaya Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," jelas Suwandi.

Pada 2020, tambah Suwandi, Kementan telah menanam seluas 10.000 hektar (ha) yang tersebar di 9 provinsi yaitu Provinsi Riau seluas 212 ha, Lampung seluas 1.600 ha, Jawa Barat seluas 2.500 ha, Jawa Tengah seluas 2.378 ha,  Kalimantan Barat seluas 960 ha , Nusa Tenggara Barat seluas 1.300 ha, Gorontalo seluas 400 ha , Maluku seluas  450 ha dan Papua seluas  200 ha. Pada 2021 Kementan akan memperluas penanaman padi biofortifikasi ini seluas 50.000 dan meningkat terus tiap tahun hingga 200.000 ha pada tahun 2024," ucapnya.

Benih varietas Inpari IR Nutri Zinc, tersebar luas ke berbagai daerah di Indonesia. Yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Kementerian Pertanian akan memproduksi benih Inpari IR Nutri Zinc untuk mempercepat diseminasi dan adopsi tersebut di setiap propinsi. Produksi benih tersebut sekaligus merupakan demplot pengenalan varietas kepada stake holders di tiap propinsinya," papar Suwandi.

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Mentan Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan bercocok tanam untuk menurunkan angka stunting pada daerah rentan rawan pangan. Terdapat 17 provinsi dan terdiri atas 267 kabupaten di 900 kecamatan yang masuk daerah rawan pangan.

 

"Selama ini masyarakat mengkonsumsi beras tanpa memperhatikan kelengkapan gizi. Dengan adanya Padi Inpari IR Nutri Zinc akan menjadi salah satu sumber pangan dengan kandungan zinc 6 persen lebih tinggi daripada Ciherang. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak stunting. Inovasi dan pengembangan benih padi nutrisi tinggi anti stunting Inpari IR-Nutri Zinc ini salah satu terobosannya," tegas Mentan.

Sebagai Informasi, Zn merupakan unsur gizi yang sangat fital bagi manusia.  Zn merupakan komponen komponen lebih dari 300 enzim yang berfungsi antara lain untuk penyembuhan luka, menjaga kesuburan, sintesa protein, meningkatkan daya tahan tubuh (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia