loading...
Home » » Iklim Usaha Kehutanan Terus Berbenah Di Tengah Pandemi

Iklim Usaha Kehutanan Terus Berbenah Di Tengah Pandemi

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-12-03

Ekowisata miliki potensi yang besar guna mengajak masyarakar merawat lingkungan

Jakarta (WartaMerdeka) – “Pemerintah, Pemerintah Daerah, dunia usaha, LSM, akademisi, dan masyarakat terus merapatkan barisan, untuk menjaga komitmen yang kuat terhadap pembangunan kehutanan di Indonesia, khususnya bidang pengelolaan hutan lestari. Ini penting di tengah pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap seluruh sektor usaha, termasuk usaha kehutanan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK Bambang Hendroyono, mewakili Menteri LHK, saat membuka Rapat Kerja Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (Raker APHI) secara virtual di Jakarta (2/12).

Bambang mengatakan, Pemerintah optimis usaha sektor kehutanan ke depan dapat terus meningkatkan kinerjanya, dibarengi dengan pemberian insentif kebijakan fiskal untuk terus mendorong iklim usahanya.

Selain insentif fiskal, hadirnya UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja (UUCK), Pemerintah memberi kemudahan untuk melakukan redesain usaha kehutanan, guna optimalisasi sumber daya hutan, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“UUCK juga menjamin penyederhanaan perizinan dari semula 1 izin untuk 1 kegiatan, menjadi 1 perizinan berusaha untuk multiusaha. Selanjutnya, UUCK memberikan kepastian kawasan, kepastian waktu usaha atas investasi baru sektor hulu kehutanan melalui peta arahan pemanfaatan hutan produksi dan hutan lindung,” terang Bambang.

Dijelaskan Bambang, izin usaha pemanfaatan hutan sesuai UUCK merupakan terobosan yang luar biasa. Dalam UUCK ini, terdapat pergeseran menjadi satu perizinan berusaha dengan multi kegiatan (multiusaha), tak hanya fokus dengan kayu, tetapi disesuaikan karakteristik dari masing-masing areal (timber management menjadi landscape management). Sebelumnya, dari UU No. 41/1999 tentang Kehutanan, basisnya satu izin usaha untuk satu kegiatan berorientasi kayu.

“Jadi nanti hasil hutan yang dihasilkan dari perizinan berusaha tidak hanya kayu semata, tetapi dapat sekaligus dengan HHBK (hasil hutan bukan kayu), Wisata Alam, Agroforestry, Silvopastura, silvofishery. Pada akhirnya, tercipta optimalisasi pemanfaatan dan produktivitas Hutan Produksi (HP) akan meningkat, dan pada gilirannya akan meningkatkan PNBP sektor kehutanan,” papar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan, APHI sebagai salah satu stakeholder kunci, memiliki peran penting dalam mengatasi keterpurukan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja, melalui investasi yang berdampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor hulu kehutanan Indonesia.

Ketua Umum APHI Indroyono Soesilo menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, sebagian besar kegiatan APHI di 2020 difokuskan mendorong dan memberikan dukungan kepada anggotanya agar tetap bertahan dan menjalankan kegiatan operasionalnya.

Munculnya UU Cipta Kerja bakal gairahkan berbagai usaha kehutanan yang tak hanya kayu

“Setelah sempat turun hingga minus 8.4% pada Mei 2020, Alhamdulillah sejak Agustus 2020 hingga November 2020, kinerja ekspor hasil hutan Indonesia sudah rebound, year on year, menjadi minus 4,9% dibandingkan dengan bulan November 2019 dan kita menargetkan devisa dari ekspor produk kehutanan, hulu – hilir, dapat mencapai diatas US$ 11 miliar,” urai Indroyono.

Menurut Indroyono, keberhasilan mempertahankan kinerja dan tenaga kerja, tak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah dalam mendukung investasi. Puncaknya, dari kebijakan mendukung investasi di tengah pandemi dengan terbitnya UUCK.

“Melalui UU ini, pengelolaan hutan berbasis 1 perizinan berusaha untuk memanfaatkan multiusaha kehutanan yang meliputi hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu, pemanfaatan kawasan dan jasa lingkungan, serta pemungutan hasil hutan kayu dan bukan kayu mendapat payung kebijakan yang kuat. Dalam konteks ini, maka ke depan akan terjadi pergeseran paradigma pengelolaan hutan, yang awalnya berbasis komoditas, menuju berbasis ekosistem,” ungkap Indroyono (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia