loading...
Home » , » Tekan Pandemi Di Jateng, Fasilitas Isolasi Mesti Ditambah

Tekan Pandemi Di Jateng, Fasilitas Isolasi Mesti Ditambah

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-12-02

Sosialisasi bahaya Covid-19 masih perlu disebar ke masyarakat untuk tekan penularan

Jakarta (WartaMerdeka) – “Angka positif di Semarang, Kudus, Surakarta, Pati, dan Kudus agak naik dalam tujuh hari belakangan,” tegur Luhut B. Panjaiatan, Menko kemaritiman dan Investasi saat rapat koordinasi secara virtual tentang kenaikan kasus Covid-19 di Jawa Tengah/Jateng (1/12).

Disebutkan, kini Kota Semarang memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah sebanyak 12.019 kasus dengan tingkat kematian tertinggi hingga 751 orang. Sama dengan DKI Jakarta, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Lima kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dua minggu pasca liburan panjang pada 28 Oktober-4 November 2020 juga meningkat.

Melihat kecenderungan tersebut, Luhut minta agar Pemprov Jateng meningkatkan pemanfaatan fasilitas isolasi terpusat untuk pasien tanpa gejala dan bergejala ringan sehingga pasien dapat dipantau. “Seperti di Wisma Atlet, pasien bergejala awal dan ringan cepat ditangani dan diisolasi sehingga mencegah kondisi gawat yang menyebabkan kematian,” ujarnya mencontohkan.

Dia khawatir, bila pasien yang sudah terkonfimasi positif tidak segera diisolasi justru akan menularkan kepada keluarga terdekat sehingga menjadi klaster keluarga. “Tolong Pak Ganjar (Gubernur Jateng) dan Walikota yang kasusnya tinggi segera perbanyak fasilitas isolasi mandiri terpusat berkoordinasi dengan BNPB, nanti dananya dibantu mereka,” tambah Luhut.

Selain itu, Luhut mengajak Pangdam Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah membantu Gubernur Jateng untuk melakukan sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat mengenai protokol kesehatan. “Tolong bantu juga untuk mendorong supaya mereka yang kena atau positif segera ke tempat isolasi. Tidak usah malu,” sambungnya.

Kampanye ini menurutnya penting agar masyarakat tidak menunda mencari pengobatan sekalipun masih bergejala ringan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut, dalam tiga hari ini pihaknya akan menggenjot upaya menekan penyebaran Virus Corona termasuk menambah fasilitas isolasi terpusat. “Saya minta kepada para bupati kita cari hotel untuk isolasi mandiri, kita bayar,” tuturnya.

Ganjar mengaku telah meminta kepada Dinkes Jateng untuk terus melakukan tes, pelacakan, dan penelusuran terus menerus. “Bersama dengan berbagai asosiasi, kami buat gerakan masuk ke rumah karena untuk sosialisasikan mengenai protokol kesehatan dan pentingnya isolasi terpisah karena tingginya klaster rumah tangga,” paparnya. 

Mengenai tingginya angka kematian, beberapa direktur RS di Jawa Tengah membeberkan, salah satu penyebabnya adalah keterlambatan penanganan pasien. “Pasien masuk ke kami kasusnya sudah sangat berat dan terlambat masuk ICU,” ujar Direktur RS Kariadi Semarang Agoes OP. Parahnya kondisi pasien saat masuk RS dan keterbatasan ruang ICU untuk isolasi juga jadi masalah.

Menanggapinya, Luhut meminta agar Pangdam, Kapolda, dan Gubernur perhatikan hal yang dibeberkan oleh pihak rumah sakit tersebut.  “Untuk Dinkes Jateng, tolong cek baik obat atau penanganan di RSnya. Angka kematian harus kita tekan serendah mungkin, dengan obat dan pengalaman kita mestinya bisa kita cegah,” ungkapnya. Yang terpenting, saran Luhut, agar penanganan pasien Covid-19 tidak terlambat (lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia