loading...
Home » » Wisata Alam Dan Budaya Di Labuan Bajo Terus Dikembangkan

Wisata Alam Dan Budaya Di Labuan Bajo Terus Dikembangkan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-01-09

Menparekraf Sandiaga Uno berdialog dengan pelaku usaha ekonomi kreatif di Labuan Bajo
Labuan Bajo/NTT
 (WartaMerdeka) –  "Tadi Bapak Uskup Ruteng menitipkan pengembangan wisata budaya dan religi, karena di sini ternyata ada beberapa situs yang menjadi bagian dari jelajah alam wisata edukasi sehingga pengembangannya ke depan akan dikerjasamakan tentunya dengan Keuskupan Ruteng," cerita Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)  Sandiaga Uno, saat dialog dengan pelaku usaha Parekraf dan tokoh masyarakat di Inaya Bay, Komodo Hotel Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur/NTT (7/1) .

 

Sandiaga mengungkapkan, kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Labuan Bajo,memang diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata berbasis alam dan budaya. Ke depan, tambah Sandiaga, akan menjadi salah satu poin pengembangan pariwisata di NTT, khususnya di Labuan Bajo, seiring dengan pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya setempat.

 

"Jadi wisata olahraga, wisata berbasis alam terbuka dan budaya hingga wisata edukasi, menjadi salah satu yang kita siapkan agar Labuan Bajo menjadi destinasi kelas dunia. Dan karena tahun depan akan ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ada Asean Summit kita harus isi dengan calendar of events sehingga Labuan Bajo akan jauh lebih siap,"jelas Sandiaga.

 

Selain itu, Sandiaga mengajak mengajak masyarakat Labuan Bajo untuk ikut serta mengembangkan dan mempersiapkan berbagai potensi wisata di kota yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sambil mengimbau semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan K4 (Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

 

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyerahkan sertifikat CHSE kepada empat hotel di Labuan Bajo, yaitu Inaya Bay Komodo Hotel, Ayana Komodo Resort, The Jayakarta Suites Komodo, dan Plataran Komodo Resort and Spa. Sertifikasi CHSE akan diperluas cakupannya di Labuan Bajo, terutama bagi pelaku restoran.

 

"Kita ingin lebih banyak restoran (yang mendapat sertifikasi CHSE). Tadi ada restoran yang kita datangi sudah sangat ingin mengikuti program tapi belum tersentuh, maka tahun ini kita akan jadwalkan untuk program sertifikasi CHSE. Karena ini destinasi unggulan, kita ingin paling tidak 70 persen dari pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di sini bisa tersentuh program CHSE," tutur Sandiaga (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia