loading...
Home » » Indonesia Siap Bersaing Global Di Industri Kendaraan Bermotor Listrik

Indonesia Siap Bersaing Global Di Industri Kendaraan Bermotor Listrik

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-02-06

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto
Jakarta (WartaMerdeka) – “Saya pikir ini adalah satu momentum untuk bisa menempatkan posisi Indonesia dalam global value chain yang signifikan. Kita bisa jadi pemain utama di sana, undang partner yang tepat untuk hilirisasi dan teknologi sehingga kita bisa mengembangkan juga,” ucap Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Septian Hario Seto, saat jumpa pers virtual bersama wartawan (5/2).

Seto menjelaskan berbagai hal terkait pengembangan industry kendaraan bermotor listeria berbasis batere yang akan dikembangkan Indonesia. “Proposal Tesla sudah diterima kemarin pagi dan sudah dipelajari secara internal. Namun terkait isinya belum dapat dibuka karena dari pihak mereka juga sangat strict ,” jelas Seto.

Seto mengungkapkan kerja sama lain bersama Tesla di bidang Energy Storage System (ESS), sebagai sistem penyimpanan energi dengan daya besar. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar untuk pengembangan renewable energy, sehingga kerja sama ini diharapkan memberi manfaat  maksimal. Sementara terkait kerja sama dengan CATL dan LG, saat ini masih dalam proses negosiasi.

Menurut Seto, antusiasmenya untuk bekerja sama dengan Tesla sekaligus dengan CATL dan LG, yang termasuk sebagai pemain terbaik di dunia. Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk turut menjadi pemain dalam industri electronic vehicle maupun lithium battery.

“Saya pikir kalau kita ada investasi dari CATL, investasi dari LG yang adalah produsen lithium battery, plus ditambah dengan Tesla dengan mobil listriknya, kita sebagai anak bangsa bisa banyak belajar dari sini karena salah satu yang kita minta adalah transfer teknologi,” urai Seto. Sehingga, ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki Indonesia, dan bukan hanya sebagai pemasok bahan baku.

Pembangunan industri electronic vehicle serta lithium battery juga tentunya tidak dapat dipisahkan dari hilirisasi pertambangan, khususnya untuk nikel, tembaga ( copper), dan bauksit. “Copper, nikel, dan bauksit ini berperan sangat signifikan dalam pengembangan renewable energy dan dalam beberapa bulan terakhir pun kalau diperhatikan harganya  naik secara signifikan,” terang Seto.

Kemudian, Seto juga membahas rencana pembangunan smelter copper antara PT Freeport bersama Tsing Shan di Weda Bay. Saat ini masih dilakukan negosiasi, targetnya dapat mencapai kesimpulan di akhir Maret 2021. Sejauh ini, Tsing Shan sudah memberikan penawaran yang menarik untuk menanggung pembiayaan investasi.

“Pembiayaan investasinya ini sebagian besar akan ditanggung oleh pihak Tsing Shan. Tsing Shan juga berani untuk memberikan pembiayaan yang maksimal secara keseluruhan dari diskusi yang sekarang. Mungkin dari pihak Freeport hanya butuh memberikan pendanaan sekitar 7.5% dari total project cost nya. Mereka akan bangun hilirisasi tembaganya. Kita ingin turunannya mereka bangun di sana, bukan hanya copper cathode saja,” lanjut Seto.

Dengan dilakukan pembangunan pada kawasan industri, secara langsung juga akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi regional. Hal tersebut terjadi secara beriringan dengan adanya peningkatan kebutuhan tenaga kerja serta fasilitas pendukungnya.

Pemerintah pun tidak lepas perhatian untuk menjaga kelestarian, salah satunya dengan membangun industri daur ulang pada lithium battery dengan memanfaatkan lithium battery bekas pakai. Industri ini sedang dalam tahap pembangunan di Morowali.

“Kita lagi bangun di Morowali untuk recycling nikel. Jadi lithium battery yang udah habis pakai itu didaur ulang diekstrak lagi. Ini salah satu cara untuk me recycle apa yang sudah diproduksi,” ujar Seto. Besarnya potensi sumber daya serta terbukanya kesempatan kerja sama yang ada, menurut Deputi Seto, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan Indonesia.

“Saya pikir ini adalah satu momentum untuk bisa menempatkan posisi Indonesia dalam global value chain yang signifikan. Kita bisa jadi pemain utama di sana, undang partner yang tepat untuk hilirisasi dan teknologi sehingga kita bisa mengembangkan juga,” harap Seto (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia