loading...
Home » » Menko Perekonomian Segerakan Kebangkitan Parekraf

Menko Perekonomian Segerakan Kebangkitan Parekraf

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-02-18

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menparkeraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo
Jakarta (WartaMerdeka) –  "Perekonomian Indonesia ditargetkan bisa tumbuh positif di tahun ini. Kita upayakan di kuartal pertama juga bisa tumbuh positif dan sektor pariwisata bisa mendongkrak ke atas," ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menerima kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, di kantornya (16/2).

Topik bahasan dari pertemuan ini, berkisar program kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam skema besar Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. “Kita diberikan komitmen bahwa kita harus bangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan program-program yang berbasis data, terukur, tepat sasaran, dan juga tepat manfaat," tutur Sandiaga, didampingi Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Kurleni Ukar serta Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo.

Beberapa program yang menjadi fokus perhatian adalah rencana melanjutkan dan memperluas dana hibah pariwisata. Di 2020, hibah pariwisata yang merupakan bagian dari program PEN tercatat sebesar Rp3,3 triliun. Program ini tujuan utamanya membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang terkena gangguan finansial serta program pemulihan akibat pandemi yang terealisasi sebesar 69,47 persen atau sebesar Rp2,26 triliun. 

Diharapkan penyaluran anggaran tersebut bisa dilanjutkan di tahun ini dan diperluas. Diantaranya kepada usaha pariwisata yang membayar pajak hiburan, biro perjalanan wisata, dan lainnya. "Arahan dari Pak Menko kalau bisa di kuartal pertama ini sudah ada perbaikan," tambah Sandiaga.

Airlangga mengakui pariwisata adalah sektor yang paling terkena dampak dan pulih paling akhir. Oleh karena itu, pada kuartal pertama 2021 harus ada perbaikan sehingga bisa mendorong dan menunjang perekonomian Indonesia.

Terkait program stimulus pinjaman lunak sebesar Rp 9 triliun yang sebelumnya diajukan Pemprov Bali kepada pemerintah pusat, disebutkan bahwa sudah ada mekanisme penyaluran yang akan dilakukan melalui BUMN dibawah Kementerian Keuangan, seperti PT SMI (sarana multi infrastruktur), bergerak di bidang pembiayaan dan penyiapan proyek infrastruktur (ag/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia