loading...
Home » » Menparekraf dan Wamenparekraf saat bincang bersama Kapolri dan Satgas Covid-19

Menparekraf dan Wamenparekraf saat bincang bersama Kapolri dan Satgas Covid-19

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-03-10

Desa wisata menjadi bagian penting target pemulihan pariwisata nasional 
Jakarta (WartaMerdeka) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan beberapa langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia. Ini dipaparkan saat Sandiaga dalam acara weekly press conference, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat (8/3).

Pertama, Menparekraf menjelaskan terkait program stimulus hibah pariwisata. Pada tahun 2020, Kemenparekraf/Baparekraf memberikan stimulus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp3,3 Triliun dengan angka realisasi sebesar 69,63 persen. Dari dana tersebut, 30 persen untuk Pemda dan 70 persen untuk pengusaha hotel dan restoran.

“Untuk program stimulus yang akan dikeluarkan tahun ini masih dalam tahap pembahasan, dan kami akan memberikan update berapa jumlahnya dan juga dari segi waktu kapan akan bisa direalisasikan. Pastinya stimulus tahun ini bertujuan agar para pelaku di sektor parekraf bisa terselamatkan, karena ada sebanyak 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini,” ujarnya.

Kedua, penerapan free covid corridor atau yang saat ini disebut travel corridor arrangement yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi. Karena dalam membuka perbatasan ini harus benar-benar memperhatikan aspek kesehatan sebagai prioritas.

“Rencananya pertengahan Maret ini kita akan melakukan rapat koordinasi di Bali, dengan mengundang k/l (kementerian/lembaga) terkait dan semua stakeholders. Kita harapkan ini bisa memberikan angin segar, menebar harapan. Semoga travel corridor arrangement ini bisa kita mulai eksekusi dalam jangka waktu singkat,” jelasnya.

Ketiga, pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu, Menparekraf telah meninjau KEK Likupang, Sulawesi Utara. Kawasan tahap I KEK Likupang yang berada di lahan seluas 92,89 hektare dengan nilai investasi sudah hampir Rp1 triliun. Mencakup resort, utilitas, area komersial, danau, juga ruang terbuka hijau. Total nilai investasi diperkirakan menarik investasi Rp5 triliun hingga 2040.

“KEK ini sasarannya adalah bagaimana kita menggerakkan ekonomi berbasis insentif kebijakan-kebijakan pemerintah. Saya juga akan memastikan bahwa eksekusi KEK ini akan berjalan sesuai dengan target, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu,” urai Menparekraf.

Selanjutnya, akan memfasilitasi on boarding program digitalisasi bagi para pelaku ekraf. Di 2020 on boarding program capai 4 juta peserta. Sedangkan, pada 2021, diharap bisa mencapai 10 – 15 juta pelaku parekraf. On boarding program bertujuan meningkatkan kemampuan dan kompetensi, tidak hanya scale up SDM, tapi juga mendorong SDM parekraf bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

Ini sejalan pesan Presiden untuk bangga buatan Indonesia, cintai produk-produk Indonesia. “Dan Presiden melanjutkan suatu narasi yaitu bagaimana kita menghindari produk luar negeri, seandainya kita memiliki alternatif produk Indonesia yang berkualitas. Hal ini merupakan ajakan dan tantangan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan,” terangnya.

Kemudian, pengembangan Desa Wisata, sebagai bagian dari pada pilar terpenting pembangunan parekraf ke depan. Karena, Menparekraf tidak ingin pariwisata ini menjadi eksklusif, melainkan inklusif. Sesuai RPJMN 2020 – 2024, Kemenparekraf/Baparekraf target sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 224 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di 5 Destinasi Super Prioritas dan akan diperluas.

Terakhir, vaksinasi bagi para pelaku parekraf, yang saat sedang berjalan. Program ini akan diperluas di berbagai destinasi di Indonesia dan dilakukan secara bertahap. Selain, Provinsi Bali, wilayah Jabodetabek juga mendapat prioritas penerima vaksin (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia