loading...
Home » » Pembangunan Infrastruktur DIY Mengacu Pada Pelestarian Lingkungan

Pembangunan Infrastruktur DIY Mengacu Pada Pelestarian Lingkungan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-03-05

Daerah Istimewa Yogyakarta juga sangat kaya dengan pesona wisatanya
Jakarta (WartaMerdeka) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Green Infrastructure, Pengembangan Wilayah, dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menekankan pada upaya menata lingkungan agar tetap lestari.

“Rakor ini membahas tentang progres pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis di Provinsi DIY dan ada enam kelompok agenda penting,” ucap Luhut (4/3). Agenda yang dimaksud mencakup, pertama, pengendalian banjir di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang disebabkan kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang.

Manfaat proyek ini diharapkan mampu melindungi dan mengamankan kawasan strategis YIA dari banjir seluas 600 hektar, serta kawasan pertanian dan pemukiman seluas 2000 hektar, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga memberi arahan yang sama. Selain itu, diperlukan penyediaan alternatif moda transportasi untuk menuju ke Bandara YIA, yaitu sarana kereta api.

Kedua, persoalan jalan, di antaranya Tol Jogja-Bawen, Tol Solo-Jogja-Kulon Progo, Jalur Lintas Selatan, Jalan Temon (Kulon Progo)-Borobudur dan Jalan Prambanan-Gading, yang diharapkan dapat persingkat waktu tempuh, menjadi konektivitas antarkawasan strategis pariwisata nasional di Yogyakarta dan sekitarnya. Ini mendukung pertumbuhan dan membangkitan ekonomi, juga mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ketiga, Pelabuhan Perikanan (PP) Tanjung Adikarto. Pelabuhan ini didesain untuk dapat memuat 400 kapal dengan 5 ribu nelayan setiap tahunnya, plus produksi tangkapan sebesar 27,4 ribu ton pertahun atau senilai 276 miliar per tahun. Pelabuhan ini dikerjakan sejak tahun 2000 dan sudah selesai 2014. Tetapi belum beroperasional akibat sedimentasi pasir yang menutupi pintu alur masuk pelabuhan.



“Terkait hal tersebut, pada tahun 2020 Pemerintah Daerah DIY mengajukan perpanjangan breakwater senilai Rp447 Miliar untuk mecegah terjadinya sedimentasi agar nantinya kapal dapat masuk,” jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Disarankan Luhut, agar segera dilakukan kajian ulang mengenai desain yang tepat guna mencegah terjadinya penumpukan sedimen pada bagian dalam breakwater, dan kajiannya dapat selesai dalam dua bulan kedepan.

Pengelolaan PP Tanjung Adikarto ini disambut baik oleh Gubernur DIY, “Kami akan menindaklanjutinya,” kata Sri Sultan. Sementara Bupati Kulon Progo Sutejo menyampaikan solusi untuk masalah pelabuhan yang berada di wilayahnya, yakni memperpanjang breakwater adalah tepat. "Sebelah timur harus lebih menjorok ke laut daripada yang sisi barat," urainya.

Keempat, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional, diantaranya Kamijoro, Kartamantul dan Banyusoco. Hal ini memerlukan dukungan pemerintah pusat dalam hal pengelolaan pada sebagian unit produksi dan jaringan distribusi, juga dukungan untuk unit air baku agar dapat beroperasi pada 2025.

Kelima, tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan perlu untuk segera diselesaikan revitalisasinya sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Nantinya, TPA ini akan melayani area kawasan perkotaan Yogyakarta, termasuk Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Bantul. Proyek ini diproyeksikan selesai 2024, direncanakan ditambah kapasitas penampungannya menjadi 480 ribu ton.

Keenam, penataan Kawasan Aerotropolis, Kawasan Stasiun Tugu, Kawasan Stasiun Lempuyangan, dan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Gunung Merapi. Penataan kawasan-kawasan ini perlu menerapkan konsep green infrastructure dengan menerapkan konsep Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Konsep ini bertujuan mempersiapkan dan membangun infrastruktur dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan iklim, juga mempersiapkan jalur dan mekanisme percepatan untuk proyek, seperti SPAM perkotaan, instalasi pengolahan air limbah, transportasi umum perkotaan, serta pengamanan pesisir dan rekayasa pantai.

“Sekarang sudah tersedia jalan kereta api yang melintasi DIY, juga program Buy the Service (Teman Bus) yang mendukung program green transportation dan mendorong green tourism,” papar Menteri Perhubungan Budi Karya.

Didukung oleh alam yang indah, DIY memiliki banyak potensi pariwisata, seperti Bukit Menoreh di Kulon Progo dan persawahan di sepanjang Pantai Selatan. Potensi wisata ini perlu dimanfaatkan secara lestari. “Kemenko Marves akan terus mendukung pengembangan infrastruktur pendukung pariwisata di DIY,” janji Luhut.

Luhut mengingatkankan untuk terus mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, seperti aspal buton dalam pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan, serta kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) sebagai angkutan umum maupun kendaraan operasional kantor.

Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memberdayakan energi terbarukan, mulai dari geothermal hingga angin. Ia kembali mengingatkan agar penyelesaian masalah PP Tanjung Adikarto dapat diselesaikan tahun ini juga (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia