loading...
Home » » Pentingnya Etika Komunikasi Di Media Sosial

Pentingnya Etika Komunikasi Di Media Sosial

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-03-14

Universitas Mercu Buana secara rutin gelar kegiatan pengmas di tengah masyarakat
Jakarta (WartaMerdeka) –  "Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab sosial kami sebagai dosen berkewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Melalui program Pengabdian Masyarakat (pengmas) dosen, berharap berkontribusi membuat siswa SMPIT Rohimana melek media digital, memahami pentingnya beretika di media sosial sehingga terbentuk sikap menjadi Public Relations bagi diri dan negerinya di dunia mayam," ucap Dr. Santa Lorita Simamora, Dosen Pembimbing Akademik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Universitas Mercu Buana, Jakarta. 

Para dosen Fikom Universitas Mercu Buana, bersama para mahasiswanya, mengajak siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Rohimana, Depok, Jawa Barat, berdiskusi secara daring lewat link zoom, tentang etika berkomunikasi di media sosial. Kegiatan ini, sekaligus termasuk dalam Kuliah Peduli Negeri (KPN) dari Universitas Mercu Buana dalam rangka pembelajaran kepada masyarakat.

Pentingnya diskusi ini karena belakangan seringnya berita atau informasi di media sosial yang justru tidak dilandasi dengan sumber yang jelas. Akibatnya, berita tersebut tergolong tidak tepat atau populer disebut “hoax”. Itu sebabnya, pentingnya berkomunikasi dengan etika bahasa yang tepat. Tak sekedar mengungkapkan semaunya dari jari kita di media sosial, seperti lewat whatsapp, facebook, instagram, twitter, dan lain-lain.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, dimana banyak masyarakat yang sedang kesulitan penghasilan dan berdampak psikologis. Bila mereka kemudian membaca hal-hal yang kurang tepat di media sosial, bisa berdampak buruk, baik bagi pembaca maupun lebih luas lagi bagi masyarakat luas.

Karena di masa pandemi,  diskusi dilakukan lewat aplikasi zoom atau daring
Bicara dengan baik, beretika, juga mendukung program gerakan #IndonesiaBicaraBaik, yang diinisiasi  Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) dan direspon oleh Presiden Jokowi. "Ini sebuah ajakan gerakan sosial. Ajakan untuk hijrah, hijrah dari pesimistis menuju optimistis, membangkitkan optimisme Indonesia," jelas Jokowi saat meresmikan pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0 di Istana Negara, Jakarta,pada Desember 2018.

Presiden yakin gerakan itu bisa mengajak masyarakat mengubah atau berpindah dari kebiasaan buruk ke hal-hal yang baik. Hijrah yang dimaksud Jokowi yaitu ada perubahan semangat pada diri rakyat Indonesia, dari semangat negatif ke semangat positif, dari hoax ke fakta, dari kemarahan ke kesabaran, dari hal yang buruk-buruk menjadi hal yang baik-baik, dari ketertinggalan menuju ke kemajuan. Demikian pesan Presiden.

Di sinilah peran penting perguruan tinggi dengan misi Tridharma Perguruan Tinggi, yang memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan Etika Bicara Baik kepada masyarakat. Dosen dapat melakukannya melalui kegiatan pengmas yang rutin pada lokasi dan kelompok masyarakat berbeda. Prioritas target masyarakatnya adalah kaum muda, khususnya usia remaja.

Hal ini yang melatarbelakangi Dosen Fikom Universitas Mercu Buana menggelar disksusi, pelatihan dan webinar, seperti dilakukan kepada SMPIT Rohimana Depok. Para siswa SMPIT pun merasa senang, karena mendapat bimbingan yang tepat dari kakakknya di kampus tentang etika berkomunikasi lewat media sosial (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia