loading...
Home » » Uni Emirat Arab Puji Omnibus Law Mudahkan Investasi Di Indonesia

Uni Emirat Arab Puji Omnibus Law Mudahkan Investasi Di Indonesia

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-03-06

Salah satu penandatangan kerjasama RI-UAE
Jakarta (WartaMerdeka) –  “Dengan adanya penerapan UU Omnibus Law di Indonesia akan sangat membantu investor dan mampu menciptakan iklim investasi yang bagus," ujar Menteri Energi dan Infrastruktur United Arab Emirates (UAE) atau Uni Emirat Arab, Suhall Al Mazrouei, dalam Forum Bisnis  Indonesia-Emirates Amazing Week 2021 di Jakarta (5/3).

Dari Indonesia yang mewakili adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan. Pertemuan ini menghadirkan para pebisnis dari kedua negara agar membuka potensi kerja sama ekonomi serta mempererat hubungan yang telah terjalin. "Kami sangat berterima kasih atas peran Menteri Suhail dalam memajukan kerja sama bilateral antara UAE dan Indonesia seperti yang telah ditugaskan oleh kedua kepala negara kami," kata Luhut.

Dijelas Luhut tentang usulannya kepada Presiden Jokowi untuk menjadikan UAE sebagai salah satu teladan. "Sejak berdiri, UAE telah mengalami transisi yang luar biasa hingga menjadi sebuah negara yang memiliki ekonomi produktif yang berlandaskan pengetahuan masa depan, inovasi dan energi," cerita Luhut.

Selain itu, sambungnya, UAE juga telah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakatnya hingga mampu menjadi salah satu negara yang memiliki pendapatan rata-rata paling tinggi di dunia.  "UAE kini juga telah menjadi salah satu pusat keuangan dan ekonomi dunia," puji Luhut.

Dalam bisnis forum ini, hadir para pelaku usaha papan atas dari kedua negara yang akan melakukan seremoni penandatanganan perjanjian  yang telah disepakati. Secara detil, menurut Menko Luhut, ada delapan dokumen yang telah disepakati, diantaranya penandatanganan tiga perjanjian bilateral antara  Indonesia dan UAE, serta lima perjanjian Business to Business.

Menko Marves Luhut bersama Menteri Energi Infratsruktur UAE Suhail  

Perjanjian tersebut antara lain: kerja sama Mangrove dengan UAE, Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang ekonomi kreatif, pengaturan teknis Konferensi Dunia mengenai Ekonomi Kreatif, Joint Venture (usaha patungan) antara Dubai Port (DP) World dan PT Maspion dalam pembangunan pelabuhan peti kemas di Jawa Timur, Kesepakatan Paspor Logistik Dunia, MoU antara PT Pindad-Caracal, Pertamina-Adnoc dan Kesepakatan pembiayaan LULU.

Menurut Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail, nilai investasi DP Dubai kepada PT Maspion adalah USD 1,2 Miliar. "Dan dengan adanya penerapan UU Omnibus Law di Indonesia akan sangat membantu investor dan mampu menciptakan iklim investasi yang bagus," akunya. Ia juga menyampaikan, kini pemerintah kedua negara sedang duduk bersama mengidentifikasi area investasi yang tidak hanya bisa dikerjakan bersama antar pemerintah namun juga sektor oleh swasta.

Dalam kegiatan ini juga juga digelar pameran menampilkan aneka produk dari mangrove serta kegiatan terkait mangrove lainnya. Pameran ini didukung oleh KLHK, KKP, BRGM dan Akar Bhumi. Diakhir acara Business Forum para peserta berkesempatan mengunjungi pameran tersebut serta diserahkan cinderamata berbahan mangrove kepada Menteri Suhail dan Menko Marves yang mewakili kedua delegasi UAE dan Indonesia.

Menko Luhut berharap kesepakatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara nyata oleh kedua belah pihak. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo Subianto, Menhub Budi Karya Sumadi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dubes UAE Husin Bagis, CEO DP World Sultan Ahmed, Presdir PT Maspion Alim Markus, CEO Indonesian SWF Ridha Wirakusumah, pejabat eselon 1 Kemenko Marves serta beberapa pengusaha dari UAE (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia