loading...
Home » » Kasus Kayu Merbau Ilegal Dari Aru Segera Disidangkan

Kasus Kayu Merbau Ilegal Dari Aru Segera Disidangkan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-05-09

Kayu ilegal dari Kepulauan Aru Maluku yang disita Gakkum KLHK
Surabaya/Jatim
 (WartaMerdeka) – Penyidik Balai Penegakkan Hukum Kementerian lingkungan Hidup dan kehutanan/Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra atau Jawa Bali Nusa Tenggara segera menyerahkan WD (49), pemimpin Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih, tersangka kasus kayu merbau ilegal dari Kepulauan Aru dan barang bukti 4.832 batang kayu merbau, ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timu.

WD ditangkap Gakkum KLHK di Ambon pada 18 Maret 2021. Kemudian dibawa penyidik ke Surabaya. Saat ini WD ditahan di Rutan Polda Jawa Timur. WD adalah pemimpin KSU Cendrawasih perusahaan kayu di Jl. Rabiajala RT 001/RW 004 Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulaupulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Muhammad Nur, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra mengatakan, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap pada 7 Mei 2021, akan segera disidangkan. Hasil penyidikan, pemeriksaan saksi dan ahli, dan bukti kuat yang menunjukkan perusahaan memiliki kayu ilegal dan menyalahgunakan dokumen SKSHHKO (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan). 

“Untuk itu WD akan dikenakan Pasal 88 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 15 Undang-Undang No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar. Kami sangat mengapresiasi dukungan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam penanganan perkara ini”, jelas Muhammad Nur di Surabaya (8/5).

Dalam kesempatan terpisah, Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakan Hukum KLHK mengingatkan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh WD ini telah merugikan negara dan merusak ekosistem serta kawasan hutan di Kepulauan Aru. Untuk itu, pelaku kejahatan seperti ini harus dihukum seberat-beratnya, baik pidana penjara maupun denda, agar ada efek jeranya.

Terkait dengan kejahatan kayu ilegal, dalam beberapa tahun ini KLHK telah menindak 527 kasus, mengamankan 39.000 m3 kayu. Saat ini penyidik KLHK sedang mendalami kasus lainnya terkait kayu ilegal dari Kepulauan Aru, dengan tersangka JH (38) pimpinan CV. Mutiara Tanjung, diangkut dengan kapal KM Asia Ship (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia