loading...
Home » » Perdagangan Satwa Dilindungi Di DIY Mengkhawatirkan

Perdagangan Satwa Dilindungi Di DIY Mengkhawatirkan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-06-18

Edukasi ke masyarakat tentang larangan memiliki satwa dilindungi perlu terus dilakukan 
DIY
 (WartaMerdeka) –  “Saya mendorong teman-teman di lapangan untuk lebih sering bertemu dengan masyarakat, memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait kepemilikan satwa liar dilindungi yang tentu saja secara hukum merupakan tindakan ilegal yang melawan hukum. Masyarakat perlu diedukasi dampak bahaya yang mungkin ditimbulkan akibat kepemilikan satwa liar tersebut,” kata M. Wahyudi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Menyikapi maraknya perdagangan satwa ilegal di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta (DIY), Wahyudi berpesan, ke depan sangat diperlukan sinergitas yangterus dibina antara BKSDA Yogyakarta dengan Ditreskrimsus Polda DIY dalam upaya penegakan hukumnya. Wahyudi apresiasi langkah Ditreskrimsus Polda DIY bekerjasama dengan pihaknya guna memberantas pelanggaran di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, termasuk perdagangan illegal satwa liar. 

BKSDA Yogyakarta bersama Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY baru saja berhasil mengamankan beberapa jenis satwa dilindungi undang-undang (15/6). Berawal dari adanya informasi di melalui media sosial, ditemukan postingan yang menawarkan satwa dilindungi berupa Nuri Tanimbar (Eos reticulata) dan beberapa burung lainnya untuk diperjualbelikan secara online. Setelah cukup bukti, Ditreskrimsus Polda DIY berkoordinasi dengan BKSDA Yogyakarta menindaklanjuti nya.

Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi segera kirim personil Resort Konservasi Wilayah (RKW)  Sleman – Yogyakarta, bersama Tim Ditreskrimsus Polda DIY, guna mengecek di lapangan. Hasilnya, dari pemilik satwa di Kecamatan Umbulharjo, ditemui jenis satwa dilindungi, seperti satu ekor Perkici iris (Psitteuteles iris), Nuri raja ambon (Alisterus amboinensis), Kasturi ternate (Lorius garrulus), Kakatua tanimbar/goffin (Cacatuq goffiniana), Kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), Perkici timor (Trichoglossus euteles), serta dua ekor Nuri tanimbar (Eos reticulata).

Barang bukti selanjutnya dititipkan ke Balai KSDA Yogyakarta untuk dilakukan kegiatan penyelamatan dan perawatan lebih lanjut. Wahyudi menyatakan prihatin dengan masih adanya pelanggaran hukum bidang kehutanan, berupa perdagangan ilegal satwa dilindungi, serta meminta petugasnya agar lebih dekat dengan masyarakat.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia