loading...
Home » » Selamat Datang Gajah Si Jantan Kecil

Selamat Datang Gajah Si Jantan Kecil

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-06-22

Suaka Margasatwa Padang Sugihan cocok untuk berkembangnya gajah 
Banyu Asin/Sumsel
  (WartaMerdeka) – Seekor anak gajah jantan lahir dari induk bernama Sabana di Pusat Latihan Gajah (PLG) Jalur 21 Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Banyu Asin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (18/6). Kelahiran ini menjadi kabar gembira atas keberhasilan upaya konservasi di Indonesia.

“Selamat datang si Jantan Kecil di Suaka Margasatwa Padang Sugihan”, ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE-KLHK), Wiratno. Kelahiran satwa seperti ini menunjukkan kondisi ekosistem SM Padang Sugihan cukup nyaman untuk perkembangbiakan.

“Itulah salah satu usaha yang sedang dibangun, dan saya berterima kasih kepada semua jajaran UPT Ditjen KSDAE se-Indonesia, agar kita terus menjaga dan meningkatkan kualitas ekosistem kita, yang dicirikan oleh kehadiran satwa-satwa langka ini yang terus berkembang biak di habitatnya,” tambah Wiratno.

Secara morfometri, gajah tersebut lahir sehat dan lengkap bagian tubuhnya, memiliki panjang badan 114 cm, tinggi bahu 75 cm, lingkar dada 109 cm, panjang belalai 22 cm, panjang ekor 60 cm, keliling telapak kaki depan dan belakang 43 cm, dan berat badan 82 kg (berat normal).

Bayi gajah akan dimonitor paramedis PLG Jalur 21 dengan dibantu drh. Erni Suyanti dari BKSDA Bengkulu Lampung, bersama mahout dan Polhut Resor Konservasi Wilayah XV. Juga diberikan antiseptik untuk mencegah infeksi pada tali pusar serta pengendalian dari virus yang biasa serang gajah berumur kurang dari 10 tahun. Sedangkan gajah induk “Sabana” diberikan suplemen berupa injeksi Biodin untuk stimulasi tubuh pasca melahirkan dan menjaga stamina.

Area PLG Jalur 21 merupakan tempat paling tinggi di SM Padang Sugihan dan berdekatan dengan sungai, termasuk keberadaan rawa dan daratan. Lokasinya banyak ditumbuhi jenis tanaman untuk pakan alami gajah seperti rumput jagoan leleutik (Echinochioa colonum), ilalang (Imrata cylindrica), kerisan/belidang (Panicum repens), kumpai (Panicum astagninum), gelam (Melaleuca leucadendron), mahang (Macaranga triloba), palas (Gynotroches sp), nibung (Oncosperma sp), rambai (Baccaurea motleyana), bambu (Bambusa vulgaris) dan vegetasi pakis.

Saat ini jumlah gajah sumatera yang ada di PLG Jalur 21 sebanyak 31 ekor yang terdiri dari 5 ekor pejantan dewasa, 13 ekor induk betina, 4 ekor jantan muda, 5 ekor anak jantan, dan 4 ekor anak betina (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia