loading...
Home » » RSPJ Ekstensi Asrama Haji Jadi Rujukan Pasien COVID-19 Di Jakarta

RSPJ Ekstensi Asrama Haji Jadi Rujukan Pasien COVID-19 Di Jakarta

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-07-19

Berkat kerja keras pemerintah dan swasta bisa hadirkan RSPJ Asrama Haji
Jakarta (WartaMerdeka) –  "Selamat dan saya yakin RS Ekstensi IHC yang dibangun ini akan sangat bermanfaat untuk perawatan pasien COVID-19 dan juga menghadapi ancaman bila terjadi mutasi-mutasi baru dari Covid-19. Saya rasa ini hasil kerja riil yang perlu kita apresiasi bersama. Sinergi yang luar biasa dari Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan yang di lapangan didukung oleh tim dr. Fathema," puji Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan.

Guna mendukung penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Jakarta, PT Pertamina Bina Medika IHC operasikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Asrama Haji, dikelola oleh RS Pertamina Jaya, salah satu unit usaha PT Pertamina Bina Medika IHC sebagai RS rujukan COVID-19. Peresmian RSPJ Asrama Haji Pondok Gede ini dilakukan oleh Luhut secara virtual (19/7).

RSPJ Ekstensi Asrama Haji memiliki 124 tempat tidur ICU, 74 mesin ventilator, 26 tempat tidur isolasi rawat recovery dan sebagian dilengkapi laboratorium. Rumah sakit ini juga akan dioperasikan oleh 320 tenaga kesehatan yaitu 210 perawat, 75 dokter, 15 analis dan sisanya 20 apoteker.

Sementara Wisma Haji Pondok Gede, Jakarta Timur yang dikelola Kementerian Kesehatan dan saat ini memiliki 900 tempat tidur. Kemudian, RSPJ Ekstensi Arafah Asrama Haji Pondok Gede memiliki 145 bed ICU dengan kelengkapan alat yang luar biasa. Untuk kebutuhan Iso tank dan oksigen di RS tersebut sudah dibantu oleh IMIP Morowali, Pertamina Kementerian PUPR dan Samator.

"Kita akan terus menambah lokasi isolasi terpusat dan RS Modular serta Rumah Oksigen. Kemarin saya juga sudah meninjau Rumah Oksigen dan model ini bisa kita tambahkan lagi di luar DKI tujuannya seperti permintaan Presiden agar rakyat kita yang berada di tempat-tempat yang kurang beruntung bisa segera diidentifikasi yang positif dan kemudian dirawat dengan baik," terang Luhut.

Tim dari Kementerian BUMN dibantu Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan dan Kementerian/Lembaga terkait juga sedang mendorong percepatan untuk Wisma Nakes dan RS Modular Tanjung Duren. Booster vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) juga sudah dimulai untuk memberikan perlindungan kesehatan yang optimal.

Luhut berharap pengadaan konsentrator Oksigen, generator Oksigen, dan RS keliling dapat dipercepat. Ia menyebutkan, Thailand, Myanmar, Filipina, Malaysia, negara Uni Eropa dan Amerika Serikat sudah mulai antri untuk alat-alat tersebut. Perlu diwaspadai gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. WHO sudah mengumumkan kemungkinan varian baru yang akan muncul dengan tingkat penularan lebih cepat dan infeksi lebih kuat.
Pemerintah antisipasi ancaman gelombang ketiga dari varian Covid-19
"Kita masih harus menghadapi ancaman ke depan. Kita tidak bisa habiskan waktu kita berdebat di sana-sini. Tapi yang penting kita bekerja untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk ke depan," bahas Luhut.

Apresiasi tinggi ditujukan Luhut untuk para Nakes yang sudah berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19. "Mari kita terus sinergi dan gotong royong untuk menghadapi Pandemi COVID-19 ini, kita tidak dapat menghadapi “musuh yang tidak terlihat” ini sendiri. Kebersamaan, solidaritas, Persatuan dan Perubahan Perilaku kita adalah kunci dalam menghadapi Krisis ini," ajak Luhut.

Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, saat ini semua kementerian sedang bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat dan berharap Indonesia segera sembuh dari Covid-19. "Tentu saya juga sangat apresiasi gotong royong yang dilakukan juga oleh masyarakat hari ini. Tidak hanya kami kementerian. Banyak sekarang pihak swasta, tokoh-tokoh masyarakat yang juga bersama-sama bergotong-royong menangani Covid-19 ini. Saya yakin tidak mungkin kami pemerintah bisa sukses melakukan program-programnya tanpa peran aktif dari masyarakatnya," ujar Erick.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia