loading...
Home » » Stop Membawa Satwa Endemik Papua

Stop Membawa Satwa Endemik Papua

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-07-06

Dari Jawa Tengah dan Jawa Timur satwa endemik asal Papua di Translokasi
Papua (WartaMerdeka) – Masih dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Road to Hari Konservasi Alam Nasional 2021, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menerima translokasi satwa sejumlah 46 ekor burung dari 10 jenis aves. Satwa tersebut berasal dari Balai KSDA Jawa Tengah dan Balai Besar KSDA Jawa Timur (1/7).

Jenis satwa dari Balai KSDA Jawa Tengah adalah empat ekor Kakatua koki (Cacatua galerita), satu ekor Mambruk victoria (Goura victoria) dan dua ekor Kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius). Sementara dari BBKSDA Jawa Timur adalah 12 Kakatua koki (Cacatua galerita), satu Mambruk victoria (Goura victoria), satu Kasuari gelambir ganda (Casuarius casuarius), satu Isap madu kepodang (Gavicalis versicolor), lima Pitohui selatan (Pitohui uropygialis), satu Perkici pelangi (Trichoglossus haematodus), satu Nuri Raja Papua (Aprosmictus erythropterus), satu Kakatua raja (Probosciger aterrimus), lima belas ekor Kasturi kepala hitam (Lorius lory) dan satu ekor Jagal papua (Cracticus cassicus).

Saat satwa tiba di Jayapura, semuanya dalam keadaan sehat. Sebelum diberangkatkan ke Jayapura, BBKSDA Papua sudah menerima hasil tes PCR avian influenza (flu burung) dan serologis, baik dari Balai KSDA Jateng maupun Balai Besar KSDA Jatim. Semua satwa dinyatakan negatif dari virus avian influenza.

Satwa yang ditranslokasi, saat ini dirawat di Kandang Transit Buper Waena, dan akan diperiksa kesehatannya secara rutin oleh dokter hewan, selanjutnya akan segera dilepasliarkan setelah proses habituasi dan tes PCR. Rentang waktunya paling cepat satu bulan sejak satwa-satwa tiba di Kandang Transit.
Pemerintah melalui KLHK terus pantau pelestarian satwa di daerah
Sebagai komitmen bersama mengawasi, pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar, Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Jawa Tengah dan Kepala BBKSDA Jawa Timur. “Bekerja di bidang konservasi ini seperti Nabi Nuh, yang menyelamatkan satwa-satwa demi kelestariannya di masa mendatang. Dalam hal ini kita bekerja untuk Tuhan. Meskipun masih terdapat pelanggaran terkait tumbuhan dan satwa liar ini, tetapi saya berharap komitmen berbagai pihak tetap terjalin dan semakin kokoh ke depan,” kata Edward.

Edward menyampaikan peringatan keras kepada semua pihak. “Stop membawa satwa endemik Papua ke luar Papua! Karena dampaknya sangat kompleks. Kita lihat proses translokasi seperti ini memerlukan tenaga, pikiran, dan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi pengaruh satwa-satwa itu di alam, yang masing-masing mempunyai peran penting. Mari kita jaga TSL Papua demi kehidupan yang selaras dengan alam. Selamatkan satwa endemik Papua sebelum menjadi kenangan!” ungkap Edward.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia