loading...
Home » » Bank Dunia Dukung Indonesia Soal Carbon Cap Dan Trade System

Bank Dunia Dukung Indonesia Soal Carbon Cap Dan Trade System

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-08-06

Konsistensi Indonesia dalam pengurangan emisi karbon dhargai World Bank
Jakarta (WartaMerdeka) – Menteri Liingkungan Hidup dan Kehutanan/LHK Siti Nurbaya bersama Wakil Menteri LHK, Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri BUMN dan Wakil Menteri Keuangan (diwakili), serta Eselon I dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Koordinator Ekonomi dan National Focal Point atau NFP UNFCCC Indonesia dengan World Bank Country  Director Indonesia dan  expert senior World  Bank (5/8), secara kontinyu bahas kebijakan carbon pricing Indonesia.

Selain itu, juga didiskusikann tentang rencana Carbon Net Sink pada NDC sektor Kehutanan atau FoLU  di 2030 yang telah tercantum dalam Updated NDC (Nationally Determined Contribution). Siti  menjelaskan strategi Indonesia dalam mencapai NDC dengan kombinasi kerja dua sektor besar penurunan emisi pada NDC, yaitu sektor FoLU atau kehutanan dan sektor Energi. Sementara itu Wamen BUMN Pahala menjelaskan agenda inisiatif BUMN untuk dekarbonisasi secara sistematis.

Country Director World Bank, Satu Kahkonen beserta para pakar seniornya untuk kehutanan dan energi mendukung agenda tersebut. Apalagi sudah ada contoh kerja World Bank mendukung pemerintah dan pemerintah daerah yang secara nyata  berkaitan proyek penurunan emisi karbon di Kaltim dan Jambi. 

World Bank dapat menangkap dengan  baik isyarat Indonesia bekerja nyata dan cukup ambisius dan akan mendukung ambisi Indonesia dalam mengurangi emisi karbon seperti pada Updated NDC Indonesia. “Cukup jelas langkahnya dan bisa dipahami hal-hal apa yang dibutuhkan dalam mendukung ambisi Indonesia," ujar Satu Kahkonen.

"Dukungan tersebut betul-betul untuk dukungan inisiatif Indonesia dan tidak akan menjadi klaim World Bank, karena World Bank mendukung negara dan inisiatif dan ownership itu ada pada dan bagi negara yang bersangkutan” tegas Satu Kahkonen  menjawab hal-hal yang diungkapkan oleh Wamenlu Mahendra Siregar.

“Belajar dari pengalaman negara lain dan keahlian bank dunia dalam mendukung negara lain dalam mengembangkan sistem perdagangan karbon. Kami merasa sangat terhormat dapat bekerja sama dengan Bank Dunia melalui kerja sama yang panjang untuk mencapai tujuan tersebut. Indonesia ingin konsisten, we do what we say and we say what we do,” jelas Siti.  

Mekanisme perdagangan karbon yang didorong untuk dapat dikembangkan bekerjasama dengan World Bank adalah cap-and-trade atau batasi-dan-dagangkan. Sistem ini bernama lengkap “emission trading system “ atau sistem perdagangan emisi. Sistem ini umumnya diterapkan dalam pasar karbon wajib karena untuk sistem ini diperlukan pembatasan emisi gas rumah kaca pada pihak-pihak peserta pasar.

Menteri LHK dan sejumlah kementerian/embaga dialog secara daring dengan World Bank
"Perdagangan karbon diupayakan untuk memenuhi komitmen Indonesia kepada masyarakat internasional sesuai dengan konvensi perubahan iklim yang telah diratifikasi, untuk pencapaian target NDC  hingga mencapai   41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030,” sambung Siti.

Pihak World Bank yang dipimpin oleh Satu Kahkonen sangat siap mendukung program pembangunan di Indonesia, termasuk dalam pengurangan emisi karbon. World Bank siap membantu melalu dukungan pendanaan untuk memperkuat kapasitas, dan dampingan teknis para ahli (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia