loading...
Home » » Bakamla RI Beri Masukan Tentang RUU Landas Kontinen Kepada DPR RI

Bakamla RI Beri Masukan Tentang RUU Landas Kontinen Kepada DPR RI

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-09-03

Bakamla RI terus kawal pengamanan landas kontinen Indonesia
Jakarta (WartaMerdeka) – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia berikan pandangannya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Landas Kontinen dengan anggota DPR RI, di Ruang Rapat Pansus B Lt. 3 DPR RI Gedung Nusantara II, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat (2/9).

Rapat dipimpin Ketua Pansus T.B. Hasanuddin dihadiri anggota Pansus dari 9 Fraksi secara tatap muka maupun daring, serta dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Kabakamla dalam paparannya menyampaikan konsepsi pengamanan dan pengawasan kegiatan dilandas kontinen Indonesia.

Dikatakannya, landas kontinen sebagai hak berdaulat Indonesia, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kepentingan nasional Indonesia sehingga diperlukan pengaturan sebagai dasar implementasi kepentingan nasional Indonesia di laut. “Badan Keamanan Laut Republik Indonesia sebagai penegak hukum sesuai dengan amanat UU no. 32 Tahun 2014 memandang perlu adanya Undang-Undang tentang landas kontinen,” jelasnya.

Menurut Laksdya TNI Aan Kurnia, terdapat sejumlah kerawanan terkait keamanan laut di landas kontinen yang perlu menjadi perhatian bersama. Antara lain kerusakan lingkungan akibat penangkapan ikan yang melanggar ketentuan seperti penggunaan bom dan trawl. Pencurian atau putusnya kabel laut akibat aktifitas kriminal dan lego jangkar tidak pada tempatnya, sebagai contoh Bakamla bersama TNI AL berhasil mengamankan pencuri kabel laut di Riau pada 2018.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia di DPR RI
"Data yang kami dapat sejak tahun 2013-2019 ada 65 kasus putus kabel laut dan 40% terjadi di kepulauan Riau akibat pencurian dan lego jangkar tidak pada tempatnya,” terang Laksamanal TNI AL bintang tiga tersebut.

Kemudian,  Laksdya TNI Aan menyoroti pencurian Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dimana terdapat 463 titik tenggelam kapal membawa harta karun dan ini baru 25% disurvei dan 3% diangkat. Selain itu, masih terjadi penangkapan nelayan khususnya berasal dari NTT. Demikian juga ada beberapa landas kontinen yang belum selesai. Dan adanya penelitian ilmiah tanpa ijin.

Digarisbawahi pula, ada peluang di landas kontinen yang dapat dimanfaatkan, khususnya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam dasar laut dan migas. Laksdya TNI Aan mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya drilling SKK Migas di Landas Kontinen Laut Natuna Utara. Lalu, penempatan sensor bawah air diwilayah rawan keamanan laut dan pemanfaatkan rig atau instalasi di landas kontinen untuk pemantauan situasi keamanan laut tentunya merupakan manfaat lain dari Landas Kontinen (bp).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia