loading...
Home » » Presiden: Identitas Indonesia Sebagai Bangsa Maritim Bukan Hanya Jargon

Presiden: Identitas Indonesia Sebagai Bangsa Maritim Bukan Hanya Jargon

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-09-24

Presiden Jokowi beri sambutan khusus secara virtual sambut Hari Maritim Nasional
Jakarta (WartaMerdeka) – Peringati Hari Maritim Nasional (HMN) ke-57 di 2021, Presiden Jokowi dalam Pidato Kemaritiman secara virtual diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyampaikan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia.

“Sebagai negara yang memiliki 17 ribu pulau dengan panjang garis pantai lebih dari 108 ribu km juga sebagai negara dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia sudah selayaknya Indonesia menjadi poros maritim dunia,” terang Presiden Jokowi.

Tidak hanya itu. Presiden juga mengatakan identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus dipulihkan dan dikokohkan.

“Jangan hanya melalui jargon-jargon kemaritiman semata tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang. Sudah seharusnya kita memperkokoh ekonomi growth kita, blue economy kita,” jelasnya.

Jokowi menegaskan perlunya kerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut dan keamanan maritim. Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan rakyat dan nasional. Presiden mengingatkan agar potensi maritim perlu terus diberdayakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan meningkatkan nilai tambah serta mempersatukan negara Indonesia.

Terkait hal itu, Presiden menekankan, pemerintah telah dan terus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau di Indonesia. Bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolir tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut. 

“Dengan konektivitas antarpulau, diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga untuk memudahkan mobilitas manusia dan barang,” paparnya

Jokowi menyebut, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki potensi perekonomian yang tinggi meski lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional. Diantaranya, potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim, dan potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut.

Untuk mendukung upaya tersebut, Presiden mengatakan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menempati posisi sangat strategis. Seperti, pemanfaatan dan pengembangan Iptek di dunia perkapalan dan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri harus terus menerus diupayakan. 

“Bukan hanya industri pembuatan kapal saja, tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global harus terus kita kembangkan. Kita harus jadi raja di laut kita,” tegas Presiden.

Presiden juga menyebut laut adalah tempat kita bersandar hidup
Selain itu, Jokowi menggarisbawahi cara pandang bangsa Indonesia terhadap laut harus berubah. Menurutnya, laut bukanlah pemisah, tetapi laut adalah penghubung antar pulau. Laut juga bukanlah belakang rumah yang selalu dipunggungi, tetapi sebagai halaman rumah tempat menghadap. 

“Laut bukanlah tempat untuk membuang yang tidak kita perlukan, tetapi laut adalah tempat kita bersandar hidup. Laut adalah sumber penghidupan dimana banyak rejeki tersimpan di dalamnya. laut adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga harus kita muliakan,” ungkap Presiden Jokowi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia