loading...
Home » » Taman Wisata Alam Sorong Tambah Penghuni 54 Satwa Liar

Taman Wisata Alam Sorong Tambah Penghuni 54 Satwa Liar

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-09-19

Dipilihnya lokasi Taman Wisata Sorong karena terdapat pakan yang cukup untuk satwa
Sorong/Papua Barat
 (WartaMerdeka) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat kembali melepasliarkan satwa liar yang dilindungi jenis Landak Irian (Zaglossus brujnii) satu ekor dan yang tidak dilindungi sebanyak 53 ekor, terdiri dari Burung Merpati Hutan (Ducula sp.) tiga ekor, Mino Muka Kuning (Mino dumotii) 16 ekor,  Walik (Ptilinopus sp) 34 ekor di  Taman Wisata Alam (TWA) Sorong, Provinsi Papua Barat (14/9).

Satwa liar tersebut merupakan sitaan hasil kegiatan Patroli Rutin Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Papua Barat bersama Petugas Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut, di Pelabuhan Kota Sorong. Tim berhasil menggagalkan penyelundupan satwa liar di kapal KM Gunung Dempo pada 13 September lalu.

Satwa sitaan tersebut kemudian dibawa ke Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil cek kesehatan, seluruh satwa tersebut layak untuk dilepasliarkan. Dipilihnya TWA Sorong untuk pelepasliaran karena kawasan ini terdapat pakan cukup dan merupakan habitat asli satwa tersebut. Acara pelepasliaran turut disaksikan  perwakilan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong, PASMAR 3, Polsek KP3 Laut Sorong.

Berbagai lembaga ikut menyaksikan pelepasliaran satwa liar
Plt. Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, Budi Mulyanto mewakili Direktur Jendral KSDAE menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan akan meningkatkan kerja sama kepada semua pihak untuk menjaga kelestarian satwa di Papua Barat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar turut serta menjaga dan melindungi kekayaan keanekaragaman hayati di Provinsi Papua Barat dengan tidak melakukan penangkapan, menjual dan mengedarkan satwa-satwa endemik Papua Barat keluar Provinsi Papua Barat serta memanfaatkan tumbuhan dan satwa liar sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku,” pesan Budi (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia