loading...
Home » » Dorong Kualitas Desa Wisata Di Bengkulu, Kemenparekraf Beri Pelatihan

Dorong Kualitas Desa Wisata Di Bengkulu, Kemenparekraf Beri Pelatihan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-10-28

 Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf
Bengkulu
 (WartaMerdeka) – “BIMTEK (Bimbingan Teknis) ini dilakukan dengan tujuan memberikan penyuluhan, bimbingan, dan pendampingan kepada pelaku pariwisata di desa wisata dan stakeholder lainnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Hal ini dilakukan mengingat Provinsi Bengkulu sedang mengembangkan pemberdayaan Desa Wisata dan pemulihan ekonomi akibat pandemi di era adaptasi kebiasaan baru," kata Ni Wayan Giri Adnyani. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Pelaku pariwisata di sejumlah desa wisata di Provinsi Bengkulu beserta pemangku kepentingan terkait mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas yang dilaksanakan Politeknik Pariwisata/Poltekpar Palembang (26/10), salah satu Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kegiatan BIMTEK yang juga dihadiri Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Irsan Setiawan serta Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap, merupakan layanan bimbingan atau pendampingan dan penyuluhan yang diberikan tenaga ahli atau orang yang profesional di bidangnya dengan tujuan meningkatkan sumber daya manusia.

Menurut  Giri, desa wisata merupakan salah satu program andalan yang tengah dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf. Desa wisata dinilai sesuai dengan tren baru pariwisata pascapandemi yang mengedepankan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Kehadiran desa wisata diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata - desa wisata baru di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa.

Giri sempat menyaksikan bunga raflesia yang sedang mekar
Sesuai RPJMN 2020 - 2024, Kemenparekraf/Baparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Namun diharapkan bisa melebihi target yang dicanangkan mengingat besarnya potensi desa wisata dimana tercatat terdapat di 74 ribu desa di Indonesia.

"Bimtek ini diharapkan dapat menjadi motor, menambah semangat, dan kreativitas dalam membangkitkan industri pariwisata kembali di era adaptasi kebiasaan baru pascapandemi COVID-19," jelas Giri. Dalam kegiatan ini juga ada peninjauan sejumlah destinasi, seperti Rumah Pengasingan Bung Karno serta Benteng Marlborough, serta melihat bunga Raflesia saat mekar sempurna di Kepahiang (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia