loading...
Home » » Sebanyak 57 Polisi Kehutanan KLHK Dilatih Menjadi SPORC

Sebanyak 57 Polisi Kehutanan KLHK Dilatih Menjadi SPORC

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-10-31

Sstuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat KLHK juga ada perempuan
Jakarta (WartaMerdeka) – Sebanyak 57 anggota Polisi Kehutanan (Polhut) Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutann/KLHK akan menjalani pendidikan khusus untuk bergabung dalam Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC). 

Jumlah 57 Polhut tersebut terdiri 49 laki-laki dan 8 perempuan, akan menjalani latihan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), Sukabumi Jawa Barat, selama 45 hari.

Saat ini jumlah Brigade SPORC berjumlah 16 (enam belas) brigade dengan total personil 499 (empat ratus sembilan puluh sembilan) yang ditempatkan pada Brigade SPORC di seluruh indonesia. 

Seluruh brigade berperan aktif dalam penanggulangan dan penanganan kasus-kasus tindak kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan seperti penanganan illegal logging, perdagangan illegal tumbuhan dan satwa liar dilindungi, perambahan hutan, dan sebagainya. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum KLHK) Rasio Ridho Sani membuka dan meresmikan pendidikan dan pelatihan SPORC 2021 di Lemdiklat Setukpa Polri (28/10).

"Saudara-saudara adalah orang-orang terpilih, setelah melalui sistem seleksi yang ketat dan kami yakin kami tidak salah memilih saudara-saudara," jelas Rasio.

Rasio mengingatkan pesan Menteri LHK Siti Nurbaya di berbagai kesempatan, SPORC adalah ujung tombak penegakan hukum LHK. Jadi SPORC harus mampu menjawab semua dinamika permasalahan dan tantangan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan.

Di masa depan, SPORC akan menghadapi tantangan perkembangan jaman terutama kemajuan industri dimana laju kecepatan informasi dan teknologi akan semakin cepat dan akan mendorong kejahatan kehutanan menjadi semakin rumit.

"Oleh karena itu kami berharap dukungan pihak SETUKPA dalam penyelenggaraan pelatihan SPORC angkatan ke-IV ini dapat membantu membentuk SPORC hebat, yang memiliki kemampuan fisik, intelektual dan mental yang mumpuni, mampu bertindak cepat, tepat, akurat, dan memiliki jiwa korsa komando kuat serta kokoh berdiri diatas landasan nilai nilai penegakan hukum LHK, yaitu memiliki integritas, profesional, peduli dan responsif," terang Rasio.

Salah satu Polhut perempuan yang mengikuti pendidikan dan pelatihan SPORC, Sinta Dwi Puspitasari adalah ASN Polhut KLHK 2019. Sinta mengaku dirinya bangga dapat lolos seleksi dan mengikuti pelatihan untuk masuk ke dalam SPORC dan berjuang dengan para seniornya.

Pendidikan dan Pelatihan SPORC ditempa oleh Polri
SPORC terbentuk pada 4 Januari 2005 bertujuan sebagai satuan pasukan khusus yang handal, profesion mempunyai mobilitas tinggi dalam penanganan gangguan keamanan hutan. Tingginya kepercayaan dan meningkatnya harapan publik terhadap SPORC menjadi motivasi yang kuat bagi KLHK untuk selalu meningkatkan kapasitas dan kinerja SPORC dalam penegakan hukum di bidang lingkungan hidup kehutanan (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia