loading...
Home » » Berhasil Atasi Karhutla, Indonesia Dipuji Asean

Berhasil Atasi Karhutla, Indonesia Dipuji Asean

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-12-02

Indonesia menjadi ketua dan tuan rumah dalam pertemuan MSC-ASEAN
Jakarta (WartaMerdeka) – Indonesia menjadi Chair dan tuan rumah pada pertemuan 22nd Meeting of the Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution atau pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup ke-22 anggota MSC. Pertemuan membahas isu-isu terkait kabut asap lintas batas (transboundary haze pollution), akibat kebakaran hutan dan lahan/karhutla, khususnya di MSC countries (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand).

Ini adalah pertemuan MSC on THP ke-22 dengan Indonesia sebagai tuan rumah dan chair, sedangkan Malaysia sebagai vice-chairperson. Pertemuan ini diselenggarakan secara virtual (30/11). Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong mewakili Menteri LHK, menjadi chair atau pimpinan sidang.

Delegasi yang hadir antara lain Dato Seri Setia Haji Suhaimi bin Haji Gafar, Minister of Development, Brunei Darussalam, Laksmi Dhewanthi Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI)-KLHK, Indonesia, Basar Manullang, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan-KLHK, Indonesia, Dato’ Sri Tuan Ibrahim Tuan Man, Minister of Environment and Water, Dato’ Seri IR. DR. Zaini Bin Ujang Secretary General, Ministry of Environment and Water, Malaysia, Grace Fu, Minister of Sustainability and the Environment, Singapore, Mr. Athapol Charoenshunsa, Director General of Pollution Control. Department, Ministry of Natural Resources and Environment, Thailand dan Lim Jock Hoi, Secretary General of ASEAN Secretariat.

Sebagai informasi, sub-regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution (MSC), adalah komite pengarah setingkat Menteri yang dibentuk pada 2006 oleh ASEAN Ministers Meeting on Environment (AMME), mengawal implementasi program dan kegiatan kerja sama penanganan kabut asap akibat karhutla di selatan ASEAN (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand). 

Wamen KLHK Alue Dohong bertindak sebagai ketua pertemuan
Komite dibentuk di tingkat sub-regional mengingat adanya perbedaan karakteristik musim kemarau di ASEAN sebelah selatan dan utara. Keketuaan MSC ditunjuk secara bergiliran dari negara anggota dengan durasi 1 tahun.

MSC melakukan pertemuan setiap tahun pada semester pertama sebelum dimulainya periode musim kemarau. Jika diperlukan dapat melakukan pertemuan kembali pada periode semester ke dua. MSC dibantu oleh sebuah Technical Working Group (TWG) yang beranggotakan pejabat eselon I (senior officials) dari masing-masing negara anggota.

Anggota MSC Countries mengapresiasi upaya Indonesia dalam penanganan kabut asap lintas batas, sehingga dalam dua tahun terakhir tidak terdapat transboundary haze pollution (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia