loading...
Home » , » Menguak Kisah Kelam Reformasi 1998 Lewat Novel Kincir Waktu

Menguak Kisah Kelam Reformasi 1998 Lewat Novel Kincir Waktu

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-12-05

Kerusuhan sosial saat reformasi 1998 menyimpan banyak memori kelam
Jakarta (WartaMerdeka) – Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA meluncurkan sekaligus bedah buku Novel Kincir Waktu, karya Akmal Nasery Basral, yang berkisah tentang peristiwa kelam kerusuhan sosial 1998, dalam sebuah webinar menarik di Jakarta (5/12).

Menurut Denny JA, Ketua Umum SATUPENA, penulis berhasil  menggabungkan  genre crime fiction (fiksi kejahatan), political thriller (kisah tegang yang berkaitan dengan politik), dan historical fiction (fiksi sejarah) dalam novelnya sehingga pembaca diajak untuk menyelami kembali peristiwa kelam 1998, salah satunya yang tentang pemerkosaan massal yang terjadi saat itu.

Karya sastra ini terinspirasi oleh Reformasi 1998 dan berbagai rentetan peristiwa memilukan yang menyertainya. Termasuk isu pemerkosaan massal. Denny mengutip ucapan penulis Inggris, Rudyard Kipling, jika sejarah diajarkan atau dituliskan dalam bentuk kisah-kisah, atau drama-drama, maka ia akan sulit kita lupakan. Kipling adalah pemenang Nobel Sastra pada 1907.

Denny JA, Ketum Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA
Kipling mempelajari memori manusia dan menyatakan, manusia mudah tersentuh oleh kisah-kisah drama. Jika sudah tersentuh, maka kisah-kisah itu akan melekat lama dalam memorinya. “Pandangan Kipling itu ikut memunculkan sejarah dalam karya sastra, atau sastra yang mengambil setting sejarah,” ungkap Denny, yang juga pegiat puisi esai (dh).

Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia