loading...
Home » » Luhut: Tangkal Omicron, Tahan Diri Ke Luar Negeri

Luhut: Tangkal Omicron, Tahan Diri Ke Luar Negeri

Posted by WARTA MERDEKA on 2022-01-11

Selama ini upaya pencegahan masuknya varian Omicron terus diperketat
Jakarta (WartaMerdeka) – "Kasus konfirmasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) inilah yang mendominasi proporsi kasus harian di Indonesia hingga menyebabkan kenaikan kasus aktif dan perawatan pasien di Jawa-Bali. Pada 9 Januari lalu misalnya di Jakarta, dari 393 kasus yang terjadi hampir 300 kasus diantaranya disebabkan para pelaku perjalanan luar negeri. Kami mohon teman-teman sekalian menahan diri tidak ke luar negeri, kecuali urusan sangat-sangat penting," ujar  Luhut.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan membeberkan hal tersebut  dalam jumpa pers virtual (10/1), terkait fenomena Omicron. Ia menyampaikan, Presiden secara spesifik menekankan agar semua pihak menahan diri agar beberapa minggu ke depan untuk tidak ke luar negeri.

Varian Omicron telah menyebar di 150 negara di dunia. Sebagian besar diantaranya menginfeksi berbagai negara maju hingga mencapai puncaknya dan lebih tinggi dari gelombang sebelumnya yakni varian Delta. Pemerintah Indonesia juga memberikan perhatian khusus sejak awal Nataru kemarin kepada para pelaku perjalanan ini.

"Langkah pengetatan pintu masuk akan terus  dipertahankan untuk mencegah masuknya variant Omicron yang akan menyebar luas ke masyarakat," tambah Luhut. Di sisi lain, meski jumlah kasus meningkat, namun jumlah kematian di Jawa-Bali terjaga dengan baik. Hanya satu kematian selama Januari ditemukan di Jakarta. Selain itu kasus konfirmasi di Provinsi lainnya relatif terjaga meski terdapat sedikit kenaikan kasus di Bali, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Dari membaiknya pekerjaan testing dan tracing tadi memberikan dampak yang baik terhadap asesmen Level yang sebelumnya sempat memburuk. Berdasarkan assessmen 8 januari, terdapat 29 kabupaten/kota yang kembali masuk ke Level 1. Namun perubahan level baru akan kami lakukan minggu depan," papar Luhut.

Menko Luhut B. Panjaitan
Saat ini capaian vaksinasi anak dosis pertama di Jawa-Bali telah mencapai 36 persen. Menko Luhut menekankan Kabupaten/Kota Dengan vaksinasi Dosis 1 Umum dan Lansia yang berada di  bawah 50 persen akan menjadi prioritas dan pengawasan dan percepatan vaksinasi seperti wilayah Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, dan lainnya.

"Kami menghitung masih ada 13,6 Juta orang di Jawa Bali (8,7 persen) yang belum terlindungi. Belum memiliki antibodi karena vaksin atau infeksi sebelumnya. Pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi terutama di kabupaten/kota yang dosis 1-nya masih di bawah 50%. Berita baiknya, saat ini hanya dua kabupaten/kota di Jawa Bali dengan kondisi dosis 1 yang di bawah 50 persen," terang Luhut.

Pencegahan varian Omicron ini tentunya mesti dilakukan bersama, mulai dari disiplin protokol kesehatan hingga penggunaan Peduli Lindungi yang baik. Pemerintah juga terus melakukan langkah-langkah persiapan dengan meminta seluruh daerah agar sedari dini mempersiapkan kesiapan fasilitas RS dan isolasi terpusat untuk mitigasi hal-hal yang tak diinginkan. Selain itu, peningkatan testing dan tracing juga akan menjadi program prioritas Pemerintah untuk mencegah kasus Covid meledak kembali.

Luhut menggarisbawah, ini sudah 178 hari pasca puncak kasus dan Indonesia terus berada pada titik yang rendah dan cukup terkendali dalam mengatasi pandemi Covid-19. Hal ini tentunya berkat kerja keras dan kerjasama kita semuanya sebagai anak bangsa (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia