-->

Notification

×

Indeks Berita

Pandemi Ciptakan Jurang Kaya-Miskin Tambah Luas

2022-01-14 | 20.26 WIB Last Updated 2022-01-14T13:27:28Z
Pemerintah beri bansos bagi masyarakat terdampak pandemi
Jakarta (WartaMerdeka) – Kita semua menghadapi pandemi Covid-19 yang sama. Namun, efek pandemi itu terhadap tiap individu atau segmen populasi berbeda-beda. Karena masing-masing memiliki kapasitas dan daya tahan yang  berbeda pula. Justru di era pandemi jurang antara yang miskin dan super-kaya semakin luas.

Ini disampaikan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, dalam Webinar Obrolan Hati Pena #21 di Jakarta (13/1). Diskusi yang diselenggarakan oleh SATUPENA itu membahas perekonomian Indonesia di masa pandemic, mengundang narasumber Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, Guru Besar Ekonomi Institut Pertanian Bogor.

Denny menyatakan, di era pandemi, mereka yang sudah miskin bertambah miskin. Mereka yang kaya, agak berkurang kekayaannya. Tetapi yang super kaya atau super rich justru semakin kaya. Di Amerika, top 1 persen orang paling kaya justru bertambah kaya.

“Yang paling menderita adalah orang yang miskin di  negara  miskin. Karena orang yang miskin di negara kaya terbantu oleh berbagai fasilitas negara modern,” sebut Denny.  Kemiskinan global juga meningkat dari 7,8% sebelum pandemi menjadi 9,1% sesudah pandemi.

Denny JA
“Tren global dalam kondisi normal adalah kemiskinan itu secara bertahap menurun. Tetapi di era pandemi, tren global itu berbalik. Tingkat kemiskinan meningkat,” ujar Denny, mengutip data Bank Dunia dan lembaga internasional lain (dh).

Foto: istimewa

×
Berita Terbaru Update