-->

Notification

×

Indeks Berita

Pemerintah Ajak Masyarakat Kompak Lawan Covid-19

2022-01-17 | 20.52 WIB Last Updated 2022-01-17T13:54:00Z
Kegiatan vaksinasi tetap digencarkan untuk menguatkan kekebalan komunal
Jakarta (WartaMerdeka) – “Segala keputusan yang diambil untuk memitigasi keparahan kondisi Covid-19 telah melalui proses penelitian dan kajian dari berbagai akademisi dan pakar terkait. Kita harus bekerja sama dalam menghadapinya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan saat Konferensi Pers virtual Update Penanganan Pandemi Covid-19 (16/1).

Jumpa pers yang digelar usai Ratas dengan Presiden Joko Widodo, juga didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Terkait ancaman Omicron, dari data, saat di negara-negara Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat telah melewati puncaknya. Sedangkan di negara Asia masih meningkat.

“Memang varian Omicron ini gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya, seperti Delta, tetapi kita harus melakukan mitigasi supaya kejadian pertengahan Juli 2021 tidak terulang kembali,” tutur Luhut. Di Indonesia sendiri, para peneliti telah melakukan studi dan memprediksi puncak gelombang Omicron diproyeksikan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022 .

Sebagai informasi, per pertengahan Januari 2022 ini kasus konfirmasi harian di Indonesia kembali meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir, mencapai 1.054 kasus dan kasus transmisi lokal menjadi lebih tinggi bila dibandingkan dengan dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Namun, Pemerintah tetap melakukan langkah pengetatan pintu masuk masih tetap harus dipertahankan untuk mencegah masuknya varian Omicron ke dalam negeri.

Kini jumlah Varian Omicron  banyak terjadi di Pulau Jawa dan Bali, terutama wilayah Aglomerasi Jabodetabek. Di sisi lain, kasus di provinsi lain relatif terjaga. “Kita semua bertanggung jawab. Saya harap kita semua bisa bersatu. Saya minta kompak kita semua,” ajak Luhut.

Pemerintah akan tetap memakai PPKM Level sebagai basis pengetatan kegiatan masyarakat. Selain itu,  juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya dan menghapus asesmen dwi mingguan semata-mata untuk mengikuti perkembangan kasus Omicron yang diprediksi meningkat sangat cepat.

Untuk mobilitas keluar rumah maupun  aktifitas berkumpul, Pemerintah tetap imbau masyarakat untuk membatasinya. “Perkantoran diimbau untuk sebisa mungkin melakukan aktivitas work from home dan syarat masuk ke tempat publik diperketat menjadi harus full vaksinasi,” jelasnya.

Sementara Airlangga Hartarto menambahkan, Pemerintah berupaya menjaga ketersediaan vaksin.  “Vaksin juga sudah kami siapkan, baik yang produksi dalam negeri seperti vaksin merah-putih maupun dari luar negeri untuk mendukung supply vaksin di Indonesia, termasuk yang akan digunakan menjelang MotoGP di Mandalika, Lombok” ungkapnya.

Ia berharap sebelum pelaksanaan MotoGP pada bulan Maret nanti, vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga sudah mencapai target untuk mengurangi kemungkinan paparan Covid-19 di antara para penonton yang hadir.

Jakarta menjadi percontohan melawan varian Omicron 
Budi Gunadi Sadikin menekankan, Jakarta akan dijadikan medan tempur Varian Omicron yang pertama di Indonesia. "Sebagian besar, lebih dari 90 persen transmisi lokal Varian Omicron terjadi di Jakarta. Jadi kita harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron dan kita harus bisa memastikan kita bisa menangani," ungkap Menkes (ma).

×
Berita Terbaru Update